Tarunaglobalnews.com Dompu NTB — Saat ini banyak sekali fenomena sosial yang kerap terjadi diluar nalar yang sehat dan normal. Sejatinya manusia di ciptakan di muka bumi ini untuk bisa membedakan jalan yang hidup yang baik dan tidak baik, namun tidak sedikit pula memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya, seperti gantung diri,minum racun dan lainya. Di saat suasana tenang dan damai masyarakat Soro Barat di gegerkan kejadian mengenaskan. Dimana seorang pria asal Desa Tambe Bima yang gantung diri di rumah kontrakannya. Mendapat informasi dari masyarakat Personel Polsek Kempo Polres Dompu bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang pria yang meninggal dunia diduga akibat gantung diri di sebuah rumah yang ditempati korban di Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
Korban diketahui berinisial S (31), seorang wiraswasta yang berasal dari Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima dan telah menetap sementara di Desa Soro Barat selama kurang lebih tiga bulan.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika seorang pelajar mendatangi rumah korban untuk mengambil telepon genggam miliknya yang sebelumnya dipinjam korban. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa mendapat respons, saksi mengintip melalui celah pintu belakang dan melihat korban dalam posisi tergantung menggunakan sepotong kabel listrik.
Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar. Bersama beberapa warga, mereka membuka paksa pintu rumah yang terkunci dari dalam dan berupaya memberikan pertolongan dengan menurunkan korban. Namun, saat itu korban telah dinyatakan meninggal dunia.
Mendapat laporan dari masyarakat, Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H. bersama personel segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga guna penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari saksi dan keluarga, korban diduga mengalami persoalan pribadi dalam rumah tangga. Namun demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang diperoleh guna memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H. menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga korban. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling peduli, memperkuat komunikasi dalam keluarga, serta tidak ragu meminta bantuan kepada keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun pihak terkait apabila menghadapi persoalan hidup yang dirasa berat. Kepedulian lingkungan menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya peristiwa serupa,” ujar IPTU Agustamin.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas sebagai musibah serta menyampaikan terima kasih kepada Polsek Kempo atas respons cepat dalam penanganan kejadian dan pendampingan terhadap keluarga.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengatakan bahwa Polri akan selalu hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan setiap laporan secara cepat, profesional, dan humanis.
“Setiap laporan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Personel Polri hadir untuk memberikan rasa aman, melakukan penanganan sesuai prosedur, serta memberikan pendampingan kepada keluarga yang sedang mengalami musibah. Kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang saling mendukung agar persoalan yang dihadapi seseorang dapat segera memperoleh perhatian dan solusi,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.
Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi kejadian tetap aman, tertib, dan kondusif. Polsek Kempo terus berkoordinasi dengan pihak keluarga serta pihak terkait dalam penyelesaian penanganan peristiwa tersebut sesuai ketentuan yang berlaku, tandas Kasi Humas Polres Dompu Iptu Nyoman Suardika.
Kejadian tersebut di benarkan oleh Kasi humas, bahwa benar pria asal Desa Tambe Kabupaten Bima gantung diri di Desa Soro barat Kecamatan Kempo. Karena Korban sudah tiga bulan berdomisili sementara di Soro Barat Kecamatan Kempo, dan motifnya masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian setempat, pungkas Nyoman. (Rdw/Ddo)

0 Komentar