Breaking News

6/recent/ticker-posts

Pemko Pematangsiantar Lanjutkan Gerakan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan hingga Tingkat Kelurahan

Tarunaglobalnews.com Pematangsiantar – Setelah dua hari sebelumnya menggelar Forum Koordinasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Aula Dinas Tenaga Kerja, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas Sosial Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) kembali menindaklanjuti komitmen tersebut dengan aksi nyata di lapangan.

Kali ini kegiatan berlangsung di Lapangan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Jum'at (29/08/2025), dengan melibatkan jajaran pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga Posyandu. Hadir dalam kegiatan ini Sekcam Siantar Martoba, Lurah Tanjung Pinggir, dan Kepala Desa setempat, bersama kader Posyandu dan masyarakat sekitar.

Langkah ini merupakan implementasi langsung dari pernyataan Kabid P3A Dinas Sosial, Ariandi Armas, S.Sos, yang dua hari sebelumnya menekankan pentingnya edukasi masif hingga ke level paling bawah.

“Kunci utamanya ada pada edukasi. Kami akan mendorong sosialisasi masif hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW untuk memastikan setiap perempuan tahu hak-haknya untuk dilindungi, dan masyarakat memahami perannya untuk mencegah dan melapor,” tegas Ariandi.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan diisi oleh nara sumber Nova Elisabeth Sipayung, S.Sos, lulusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, yang memberikan materi interaktif seputar strategi pencegahan berbasis masyarakat.

Nova menekankan bahwa pengetahuan yang sederhana namun tepat guna akan menjadi benteng pertama perlindungan perempuan.

“Kita ingin agar masyarakat sadar, bahwa kekerasan terhadap perempuan bukanlah masalah privat, melainkan masalah sosial yang harus dicegah bersama. Posyandu, RT/RW, dan keluarga adalah garda terdepan dalam upaya ini,” ujar Nova.

Suasana kegiatan berlangsung partisipatif, ditandai dengan diskusi terbuka antara peserta dan narasumber. Banyak warga menyampaikan pengalaman sekaligus harapan agar program perlindungan perempuan dapat terus berlanjut, khususnya di wilayah kelurahan dan desa.

Dengan gerakan berjenjang seperti ini, Pemko Pematangsiantar optimis bahwa strategi pencegahan kekerasan tidak hanya berhenti pada forum tingkat kota, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di akar rumput. Upaya ini juga menjadi bagian dari target besar mewujudkan Pematangsiantar sebagai Kota Layak Perempuan, yang ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh warganya. (FS)

Posting Komentar

0 Komentar