Breaking News

6/recent/ticker-posts

Soal Penyadapan Prabowo, Wakil Ketua DPRD Simalungun : Kader Gerindra Bersama Presiden

Tarunaglobalnews.com, Medan | Wakil Ketua DPRD Simalungun Bonauli Rajagukguk menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyadapan presiden Prabowo Subianto. 

Bona menilai, tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga tindakan yang mengancam keamanan dan stabilitas negara. Kader Gerindra itu pun menyampaikan dukungan terhadap Prabowo. 

"Saya sebagai kader Gerindra merasa khwatir dengan penyadapan terhadap Presiden Prabowo. Ini bukan tindakan yang patut dan kami selaku kader Gerindra meminta agar kasus ini diusut tuntas," kata Bona kepada tribun, Kamis (5/11/2026). 

Bona berpandangan, penyadapan terhadap presiden Prabowo tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengarah pada tindakan makar sebab kedudukan Prabowo sebagai kepala negara.

Dia menyampaikan, seluruh kader Gerindra termasuk di Simalungun terus memantau perkembangan kasus tersebut dan mendukung Polri mengusut persoalan tersebut. 

"Kami kader Gerindra yang ada Simalungun bersama presiden Prabowo. Kami meminta agar kasus penyadapan ini diusut tuntas," jelas Bona. 

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri menetapkan tiga personel Polri sebagai tersangka.

Ketiganya berinisial LSP, ASN, dan EH. Mereka diduga terlibat dalam penyadapan tanpa prosedur, penghapusan data elektronik, serta akses ilegal.

Berdasarkan hasil penyidikan, dugaan penyadapan berlangsung sejak 2025 hingga 2026. 

Aksi tersebut tidak hanya menyasar nomor telepon Presiden Prabowo, tetapi juga pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa 11 unit telepon seluler, satu unit iPad, dan empat flashdisk.

Bona pun mengajak seluruh kader Gerindra di Simalungun bersama sama mengawal proses hukum yang berjalan dan tetap mengikuti intrusi partai dengan tetap menjaga kondusifitas. 

"Kami akan mengawal proses hukum yang tengah berjalan dan akan tetap menjaga kondusifitas di tengah masyarakat. Dan sekali lagi kami sangat menyayangkan peristiwa ini," tutur Bona. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar