Tarunaglobalnews.com Simalungun — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dolok Maraja gelar Workshop Perangkat Pembelajaran bertempat di gedung Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Dolok Maraja, Selasa (7/7/2026)
Workshop yang diikuti 26 orang peserta tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 s/d 16.00, menghadirkan narasumber Sumar, S. Pd., M. Si, dan Asmen, S. Pd.,MM.
Adapun guru dan kepala sekolah yang menjadi peserta berasal dari SD Muhammadiyah Serbalawan, SD Muhammadiyah Dolok Maraja, MI Muhammadiyah Beringin Sinaksak dan TK Aisyiyah Dolok Maraja.
Ketua PRM Dolok Maraja, Pargianto, S. Ag, mengatakan bahwa Perangkat Pembelajaran ibarat cangkul bagi petani. "Maka petani sudah pasti tidak bisa bekerja di sawah tanpa cangkul, demikian hal guru tidak akan bisa mengajar di Sekolah, tanpa Perangkat Pembelajaran" katanya.
Pargianto menekankan Guru hari ini wajib menguasai teknologi, seperti mengoperasikan laptop dan papan tulis digital. Apalagi Saat ini guru Muhammadiyah banyak yang muda-muda, jadi harus energik, serta tidak boleh gagap teknologi (gaptek). "Karena yang muda yang berkarya, yang muda yang berjaya" sambungnya.
Selanjutnya narasumber Asmen, S. Pd.,MM mengulas konsep KHGT ( Kalender Hijriyah Global Tunggal) sebagai upaya Muhammadiyah untuk andil dalam pengembangan peradaban dunia.
KHGT saat ini masih terjadi pro kontra, tetapi dalam penjelasan beliau, bahwa KHGT akan ditetima oleh dunia lslam nantinya.
Penutup narasumber Sumar, S.Pd., MM menyampaikan, bahwa kegiatan workshop diharapkan membawa hasil optimal, yakni dengan terwujudnya Perangkat Pembelajaran di Sekolah-sekolah Muhammadiyah. (SA)

0 Komentar