Tarunaglobalnews.com Simalungun – Sosok pemimpin yang kreatif dan produktif ditunjukkan oleh Pangulu Nagori Bandar Tinggi, Samsiadi, S.Sos.I., M.Si. Di tengah kesibukannya memimpin dan memajukan Nagori, ia berhasil memanfaatkan pekarangan rumahnya di Huta X, Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, sebagai tempat penangkaran 1000 bibit kelapa sawit mandiri.
Aktivitas produktif ini dilakoninya sendiri setiap hari sepulang dari kantor nagori. Hebatnya, bibit yang ia kembangkan bukan bibit sembarangan, melainkan bibit unggul resmi yang berasal langsung dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.
Saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi pembibitannya pada Selasa (7/7/2026), Samsiadi mengungkapkan motivasinya melakukan aksi kreatif ini. "Usaha ini saya lakukan untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat bahwa pekarangan rumah yang terbatas pun bisa menjadi sumber ekonomi yang produktif jika dikelola dengan baik," ujar Samsiadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bibit sawit berkualitas berusia 9 bulan hingga 1 tahun tersebut sengaja ia jual untuk umum dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp25.000 per batang. Harga ini jauh lebih murah dibanding harga pasar untuk kualitas bibit yang setara.
Melalui program mandiri ini, Samsiadi menyampaikan harapan besarnya untuk kesejahteraan warga sekitar. "Saya berharap kehadiran penangkaran bibit murah dan berkualitas ini dapat membantu para petani lokal mendapatkan bibit unggul tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dengan bibit yang bagus, hasil panen warga nantinya akan melimpah dan ekonomi masyarakat Nagori Bandar Tinggi bisa tumbuh lebih cepat," pungkasnya.
Langkah nyata Pangulu Bandar Tinggi ini membuktikan bahwa dedikasi seorang kepala desa tidak hanya terbatas di meja kerja, tetapi juga hadir melalui solusi nyata di tengah masyarakat. (Ir)



0 Komentar