Breaking News

6/recent/ticker-posts

RSUD Poso Dirikan Tenda Darurat, Relawan Ojol Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa Sulteng


Tarunaglobalnews.com Sulawesi Tengah — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA.

Menyebabkan korban luka, hingga korban meninggal dunia, kerusakan rumah, fasilitas umum, fasilitas ibadah, serta infrastruktur jalan dan jembatan di Kota Palu serta Kabupaten Sigi, Poso, Donggala, dan Parigi Moutong.

Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh Relawan di lapangan.

Wilayah terdampak gempa bumi meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso. Di Kabupaten Parigi Moutong, lokasi terdampak antara lain Desa Tolai di Kecamatan Torue dan Desa Boyan Tongo di Kecamatan Parigi Selatan. Sementara di Kabupaten Poso, dampak dilaporkan terjadi di Desa Tumora, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Penanggung jawab Relawan Satu Nusantara Ray ReNus dalam kesempatan berbincang dengan Taruna Global News mengatakan tim relawan di lapangan sudah mulai bergerak sejak siang tadi, melakukan pertolongan darurat dan pendataan, Insya Allah kita akan melakukan penggalangan dana di berbagai kota bersama tim OJOL Nusantara untuk membantu meringankan beban warga korban mau pun terdampak gempa Sulteng tambah Ray, dia juga menghimbau agar semua jaringan kembali sinergi, untuk sama sama membantu dan meringankan beban warga korban gempa hari ini.

Di kutip dari siaran resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Perkembangan terbaru penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6). Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi.

Selain adanya korban meninggal dunia, proses pendataan yang masih berlangsung juga menunjukkan peningkatan jumlah warga terdampak dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Hingga saat ini tercatat sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa. Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi yang juga menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di daerah tersebut tercatat sekitar 89 KK atau 272 jiwa terdampak. Selain itu, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat. Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut.

Seiring bertambahnya data yang masuk dari lapangan, kerusakan bangunan juga mengalami peningkatan. Pendataan sementara mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas.

Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi dengan 47 unit rumah terdampak, 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Di wilayah ini juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, serta satu unit UMKM mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Kabupaten Poso tercatat lima unit rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak. Adapun di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, serta satu tempat usaha terdampak. Pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan.

Dalam upaya percepatan penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Di Kabupaten Sigi, BPBD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melaksanakan rapat koordinasi penanganan darurat. Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Selain itu, pos lapangan dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki untuk mendukung percepatan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Di Kabupaten Poso, BPBD bersama pemerintah daerah telah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Kabupaten Poso guna mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sementara itu, masyarakat bersama aparat kepolisian melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terdampak gempa.

Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG.

BNPB akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala seiring berlangsungnya proses pendataan dan penanganan di lapangan. (Reny Anggraeni)

Posting Komentar

0 Komentar