Breaking News

6/recent/ticker-posts

Lautan Api dan Gema Takbir di Bandar Tinggi: Ratusan Remaja Masjid Bersatu 'Terangi' Malam Kemenangan

Tarunaglobalnews.com Simalungun – Suasana syahdu bercampur semangat membara menyelimuti Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Simalungun pada Jumat (20/3/2026) malam. 

Ratusan remaja dari Masjid Miftahul Iman (Huta I) dan Masjid Al-Kautsar (IX) turun ke jalan, memecah kegelapan malam dengan nyala obor dalam tradisi pawai takbir keliling menyambut 1 Syawal 1447 H.

Cahaya kuning keemasan dari bambu-bambu yang menyala beriringan dengan gema takbir yang bersahut-sahutan, menciptakan pemandangan spiritual yang memukau warga di sepanjang rute pawai.

Pengurus Remaja Masjid Miftahul Iman, Alfiandra Irfansyah, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol kebangkitan semangat generasi muda Islam di desa mereka.

"Pawai obor ini adalah wujud sukacita kami setelah sebulan penuh berpuasa. Kami ingin menghidupkan kembali syiar Islam dengan cara yang tradisional namun tetap meriah," ujar Alfiandra. 

Ia pun menaruh harapan besar agar kekompakan ini tidak berhenti di malam takbiran saja. "Saya berharap melalui momentum ini, hubungan antar remaja masjid semakin solid dan pemuda semakin cinta untuk memakmurkan masjid," tambahnya.

Senada dengan itu, Agil Fitra Nanda, pengurus remaja masjid Al-Kautsar, mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme peserta yang membludak. Menurutnya, persatuan antara dua dusun (Huta I dan IX) ini memberikan pesan positif bagi masyarakat luas.

"Melihat ratusan obor menyala bersama adalah bukti bahwa pemuda kita punya energi besar jika bergerak bersama," kata Agil. 

Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang lebih besar di masa depan. "Semoga tradisi ini terus terjaga sebagai identitas kita, dan menjadi sarana mempererat silaturahmi agar tidak ada sekat di antara pemuda Bandar Tinggi," pungkasnya.

Pawai yang berlangsung tertib ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat yang memadati pinggir jalan. Kehadiran ratusan remaja ini seolah menjadi oase di tengah gempuran tren digital, membuktikan bahwa tradisi lokal dan nilai-nilai religius masih bertahta di hati generasi masa kini. (Ir)

Posting Komentar

0 Komentar