Tarunaglobalnews.com Aceh – Kepedulian terhadap sesama melintasi batas wilayah, Karang Taruna Kecamatan Bandar Masilam berkolaborasi dengan Karang Taruna Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi Kabupaten Simalungun Sumatera Utara menggelar aksi kemanusiaan maraton di Provinsi Aceh pada Minggu (11/1/2026).
Tidak hanya menyasar kebutuhan fisik, bantuan yang disalurkan juga menyentuh aspek spiritual melalui pembagian kitab suci Al-Qur'an.
Rombongan relawan ini mengunjungi tiga titik krusial terdampak bencana, yakni Pondok Pesantren Darul Muhlisin di Kabupaten Aceh Tamiang, serta Gampong Arakundo dan Gampong Alue Buluh Dua di Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar Masilam, Muhammad Nasrin Syahputra, CPM, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas nyata pemuda terhadap saudara-saudara di Aceh yang tengah diuji bencana dan bantuan ini merupakan hasil donasi dari Masyarakat Kecamatan Bandar Masilam dan kecamatan Jawa Maraja Bahjambi.
"Kami hadir bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi membawa pesan bahwa mereka tidak sendirian. Dengan berbagi Al-Qur'an, kami berharap nilai-nilai spiritualitas tetap terjaga di tengah masa sulit, dan sembako yang ada mudah-mudahan dapat meringankan beban harian keluarga di sini," ujar Muhammad Nasrin di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Fadli Nasution selaku Satgas Bencana menambahkan bahwa distribusi bantuan ini dilakukan dengan penuh ketelitian agar tepat sasaran.
"Melihat senyum anak-anak dan santri saat menerima bantuan adalah energi bagi kami. Kami berkomitmen untuk terus mengawal aksi sosial seperti ini sebagai bukti dedikasi Karang Taruna bagi masyarakat," tegasnya.
Kehadiran rombongan yang turut didampingi oleh Srikandi Irmayani, S.Pd beserta tim Satgas Narni Saputri, Fauzi Dwi Prayoga, Andini, Abdi Hasbullah Tanjung, Sutan Hanafi Lubis, disambut hangat dengan suasana penuh kekeluargaan.
Pak Kecik (Kepala Desa) Gampong Arakundo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian para pemuda dari Simalungun ini.
"Kami sangat terharu. Bantuan Al-Qur'an dan sembako ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang berusaha bangkit. Kepedulian anak-anak muda ini adalah teladan bagi kita semua," ungkapnya tulus.
Suasana khidmat juga terasa di Pondok Pesantren Darul Muhlisin. Salah satu Ustadzah di pesantren tersebut menyampaikan rasa syukur atas bantuan kitab suci untuk para santri.
"Al-Qur'an yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Ini adalah penyemangat bagi santri kami untuk tetap tekun belajar meski dalam kondisi terbatas setelah bencana," tuturnya.
Aksi kolaborasi ini diharapkan dapat memantik semangat komunitas lain untuk turut serta dalam pemulihan pascabencana di Aceh, membuktikan bahwa gotong royong adalah jati diri bangsa yang takkan luntur oleh waktu. (yoga)





0 Komentar