Tarunaglobalnews.com Medan, 28 Agustus 2025 — Dalam Dialog Kebijakan Provinsi Sumatera Utara bertajuk "Memperkuat Kolaborasi Multipihak dalam Akselerasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim", Anggota Komisi B DPRD Sumut, Dedi Iskandar, SE, menyampaikan komitmen kuat untuk mendukung dan mensosialisasikan Program Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI), sekaligus mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) PRKBI sebagai instrumen hukum untuk mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan.
Dalam forum yang digelar di Hotel Cambridge, Medan, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil, Dedi menegaskan bahwa PRKBI harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kebijakan teknokratis.
Ia menambahkan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam sektor energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan pengelolaan limbah yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari strategi penurunan emisi gas rumah kaca. Target nasional untuk menurunkan emisi GRK sebesar 31,89% secara mandiri dan hingga 43,20% dengan dukungan internasional pada tahun 2030, serta mencapai net zero emission pada tahun 2060, harus diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah yang operasional dan terukur.
Dedi juga menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak dalam menyusun Ranperda PRKBI, agar mencerminkan kebutuhan lokal, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan membuka ruang partisipasi publik.
Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, M. Efendi Pohan, yang menegaskan pentingnya komitmen daerah dalam mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 51,51% pada tahun 2045 dan pencapaian net zero emission pada tahun 2060.
Turut memberikan sambutan, Wakil Ketua DPRD Sumut Dr. Sutarto, M.Si, yang menyampaikan bahwa DPRD siap menjadi mitra aktif dalam mendorong kebijakan iklim yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Deputy Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Bappenas, Leonardo Teguh Sambodo, menekankan bahwa PRKBI merupakan bagian dari strategi nasional pembangunan rendah karbon yang harus diintegrasikan ke dalam perencanaan daerah. (FS)
0 Komentar