Breaking News

6/recent/ticker-posts

TAK TERSENTUH PEMBANGUNAN, JALAN DI KELURAHAN LIMA PULUH BAGAIKAN KOLAM IKAN

TARUNAGLOBALNEWS.COM

Batu Bara — Nyaris seluruh ruas jalan di pemukiman warga Kelurahan Lima Puluh kupak-kapik karena tak tersentuh pembangunan, Kondisi ini diperparah semasa tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir, Selain drainase yang buruk, genangan air terjadi dimana-mana, bahkan sampai masuk ke pemukiman warga setempat.

Dari pantauan awak media yang tergabung di Pro Jurnalismedia Siber Batu Bara. Minggu (08/10/2023), sejumlah ruas jalan yang rusak dan tergenang air terjadi di Lk 1,2,3,5,7, dan 8. Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, Akibat kondisi jalan itu pedagang dan pembeli menuju pasar Rakyat Lima Puluh jadi terhambat.

Kondisi serupa juga terjadi di perumnas Lima Puluh, Akses jalan tembus ke kawasan perumahan hingga menuju ke blok 8 sebagian besar berlubang dan tergenang air, Sehingga mengharuskan warga bergotong royong membersihkan drainase yang tersumbat dan jalan rusak.

Kerusakan akses jalan juga dialami warga Dusun Vlll Desa Mangkai Lama, Akses jalan Kelurahan Lima Puluh yang menembus areal perkebunan PT Socfindo Tanah Gambus sejauh lebih kurang 1 Km menuju Desa Mangkai Lama hancur karena masih beralaskan batu padas dari swadaya masyarakat.

Sejumlah warga yang keluar masuk kampung, bahkan anak sekolah sulit untuk ke Lima Puluh, apalagi pada musim penghujanan, Selain jalan becek dan berlumpur, juga banyak bongkahan batu yang timbul yang dapat mengakibatkan warga terperosok dan jatuh 

Kondisi ini jelas membantah pernyataan Barisan Relawan Zahir (Bupati-red) saat menyampaikan orasinya pada Jumat (06/10/2023) yang mengklaim dimasa Pemerintahan Zahir membangun jalan dalam kondisi mulus dengan panjang mencapai 369,414 Km, Sementara warga Lima Puluh yang tinggal di pusat Ibukota Batu Bara belum merasakan klaim tersebut. 

Menurut salah seorang warga, Suprihatin (58), akses jalan dilingkungan Kelurahan Lima Puluh sebagian besar peninggalan kabupaten induk (Asahan-red), Termasuk drainase, lampu jalan, hingga infrastruktur air bersih. 

Yah beginilah setiap tahunnya, warga Kelurahan Lima Puluh harus melakukan gotong royong disetiap musim hujan, karena saluran air (drainase) yang tidak memadai dan hasil pembangunan yang "buruk" ujarnya sembari mengayunkan cangkulnya. (HP)

Posting Komentar

0 Komentar