Breaking News

6/recent/ticker-posts

Gelar FGD Dan Soroti Perubahan Iklim, PB IMABARA Ingatkan Industri Selesaikan Masalah Emisi Karbon


TARUNAGLOBALNEWS.COM

Batu Bara — Perubahan iklim dan emisi karbon menjadi topik perbincangan yang hangat di tiap kalangan, bahkan masalah emisi karbon yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan juga menjadi isu serius dunia.

Menanggapi masalah itu,Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Batu Bara (PB-IMABARA) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Rehabilitasi Ekosistem Mangrove sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.

Diskusi itu, menimbang karena telah banyaknya industri di kabupaten Batubara, apalagi dengan keberadaan kawasan industri di daerah ini, membuat PB IMABARA terus berupaya ingatkan para industri untuk berperan aktif.

 FGD yang dilaksanakan oleh IMABARA ini, berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan kawasan permukiman dan lingkungan Hidup Kabupaten Batu Bara. FDG itu digelar di Aula Bupati Batu bara, pada Rabu (22/06/2022).

Menurut ketua umum PB IMABARAperubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. "Suhu udara, cuaca buruk dan wabah penyakit adalah suatu perubahan yang sangat signifikan terhadap iklim. Tentu juga terjadi diakibatkan meningkatnya konsentrasi gas karbon di oksida (emisi karbon),"kata Nazli Aulia, ketua PB IMABARA dalam sambutannya, rabu (22/06/2022) lalu.

Lanjut Nazli, perubahan iklim yang terjadi saat ini menuntut perusahaan-perusahaan di Kabupaten batu bara untuk bertindak dalam transisi energi dibarengi dengan penyeimbangan karbon.

Melalui forum FGD ini katanya, sebagai langkah pertama untuk mensinergikan upaya penanggulangan perubahan iklim, dengan merehabilitasi ekosistem mangrove. "Tentu kewajiban perusahaan dalam kelestarian lingkungan diatur dalam UU.No.40 tahun 2007,"ujar Nazli Aulia

Bahkan aktivis peduli lingkungan itu juga menyampaikan, Batubara juga bisa disebut Dubai nya Sumatera utara, dan dengan pelabuhan internasionalnya.

"Tentu kami (mahasiswa) inginkan kedepan perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten batu bara mengedepankan tanggung jawab lingkungannya,"ucapnya.

Nazli juga mengingatkan, agar para industri diBatubara berkomitmen terhadap penurunan emisi karbon, dan juga dengan pengendalian limbah-limbah yang dapat merusak keanekaragaman hayati dan sosial masyarakat di kabupaten batu bara,"pungkasnya.

Dalam diskusi itu, Kepala dinas perumahan kawasan permukiman dan lingkungan hidup Batu bara dalam sambutannya mengatakan, bahwa luas hutan mangrove batu bara saat ini lebih kurang berkisar 3.500 Ha, dengan merestorasi mangrove ini tentu akan meningkatkan kualitas penyeimbangan karbon di batu bara.

“Selain perusahaan, kita juga dari Pemkab Batu bara tentunya akan terus menggalakkan program pelestarian ekosistem mangrove. Dan nantinya kita harapkan bersama-sama melakukan penelitian dan perhitungan karbon nya,"kata Kadis Perkim Dan Lingkungan, melalui Heriati Rosa

Menurut Kadis Perkim, Keterlibatan perusahaan selain dalam tanggung jawab lingkungan nya, itu juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian PROPER (peringkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan-perusahaan,"pungkasnya

FGD itu, dihadiri oleh narasumber yang aktif memperhatikan dampak lingkungan di Sumatera Utara, yakni Dr.Oding Affandi,S.Hut,MP dan Doni Latuparisa dri Aktivis Lingkungan Sumatera Utara.  

Dalam kegiatan itu, Imabara juga mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di Batu bara, sebagai peserta FGD.

Diakhir, ketua umum PB IMABARA menekankan bahwa peran serta dinas perumahan kawasan permukiman dan lingkungan hidup kab. Batu bara sangat di perlukan. "kami juga berterimakasi atas kerjasama nya hingga terujud cita cita kita bersama mewujudkan Batubara yg Go Green,"tandas Nazli Aulia, ketua Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Batubara.(Her/MIO)

Posting Komentar

0 Komentar