Breaking News

6/recent/ticker-posts

Ramadhan Belum Berakhir, Akhirmu Menentukan Akhiratmu

Tarunaglobalnews.com — Maskapai penerbangan utama Ramadhan Boing 1447 H, sesaat lagi akan sampai di tujuan, maka diingatkan kepada para penumpang agar tetap menggunakan sabuk pengaman, tidak menghidupkan handphone sampai pesawat berhenti dengan sempurna.

Kereta Api Ramadhan masih dalam perjalanan untuk tiba di 30 Ramadhan, maka jangan lompat ditengah jalan anda bisa celaka, Bus Ramadhan menuju Ketaqwaanpun sedang berjalan memasuki kota tujuan, para penumpang dipersilahkan turun ketika Bus sudah sampai di Terminal.

Jika diibaratkan sebuah pertandingan Sepak Bola, maka awal Ramadhan merupakan Babak Penyisihan, pertengahan Ramadhan disebut Babak Perempat final dan Semi Final, serta akhir Ramadhan adalah Babak Final.

Oleh sebab itu, maka sesungguhnya Ramadhan belum berakhir, justru akhir Ramadhan menjadi penentu bagi kita, apakah kita akan menjadi hamba yang bertaqwa, atau justru menuai celaka?. Sebagian kita menjalankan Akhir Ramadhan, seolah-olah Ramadhan telah berakhir, kita sering kali disibukkan aktivitas duniawi yang melalaikan dari Ibadah-ibadah penting diakhir Ramadhan, ada yang meninggalkan Sholat, bahkan ada yang sudah tidak berpuasa.

Sudah menjadi pemandangan umum jika akhir Ramadhan shaff-shaff masjid maju tanda jamaah semakin sedikit. Karyawan, pegawai, pejabat yang telah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) disibukkan dengan belanja ke Mall (pusat-pusat perbelanjaan) atau sibuk Checkout keranjang kuning, scroll-scroll hand phone untuk belanja online, setiap rumah terdengar suara kurir mengantar paket-paket yang telah dipesan melalui toko-toko online.

Kemudian sebagian para pekerja keras disibukkan dengan target pekerjaan, dorongan keinginan agar memiliki uang cukup saat lebaran tiba, tidak kalah sibuknya ibu-ibu heboh mempersiapkan kue-kue lebaran, aktivitas bersih-bersih rumah pun seperti mengecat ruangan, menambah bangunan baru, dan memajang hiasan-hiasan rumah semuanya itu dikerjakan diakhir- akhir Ramadhan, seakan-akan ini sudah menjadi budaya dan kebiasaan kita padahal hal tersebut seharusnya bisa kita kerjakan sebelum datangnya Ramadhan.

Diketahui Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M dan 1 Syawal 1447 H (Idulfitri): Jum'at, 20 Maret 2026 M, artinya Ramadhan belum berkahir, akan tetapi Ramadhan memasuki hari-hari dan malam-malam krusial yang perlu diperhatikan.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia bersabda “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)

Allah SWT menyebut keutamaan lailatul qadar, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)

Jika kita bertemu dengan malam Lailatul Qadar, maka perbanyak membaca do’a: “ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNI” (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–). Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan do’a ini pada ‘Aisyah, istri tercinta beliau.

Bersumber dari hadits shahih (HR. Ahmad, Tirmidzi) di mana Nabi ï·º mengaminkan doa Malaikat Jibril agar orang tersebut dijauhkan dari rahmat Allah "celakalah orang yang hingga akhir Ramadhan dosanya belum diampuni" 

Seperti orang yang sedang menempuh pendidikan, maka tidak akan dikatakan tamat SD, SMP atau SMA jika orang tersebut tidak menyelesaikan ujian akhir kelulusannya, maka dia hanya disebut pernah Sekolah tetapi tidak tamat Sekolah. Ramadhan adalah bulan ampunan, jika melewatkannya tanpa taubat, seseorang kehilangan kesempatan besar untuk menghapus dosanya.

Ada satu Kaidah fiqih "Ma la yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu" berarti "Sesuatu yang tidak bisa dicapai/dilakukan seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya". Semoga Allah memudahkan kita untuk mengoptimalkan Ramadhan kita di tahun ini, karena boleh jadi ini Ramadhan terakhir kita, Ingat Akhirmu Menentukan Akhiratmu. 

Wallahu a'lam bish-shawab

Penulis: Salman Abor,S.H.,M.Kn

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Serbalawan

Ketua Majelis Hukum dan HAM PD.Muhammadiyah Simalungun

Posting Komentar

0 Komentar