Tarunaglobalnews.com Sibolga | Penanganan longsor dan pergerakan tanah di kawasan Batu Jomba, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dinilai membutuhkan solusi permanen. Yayasan Riandja Sangap Gabe Arta mengajak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membahas alternatif penanganan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang direncanakan bersama Universitas Sumatera Utara (USU).
Ketua Umum Yayasan Riandja Sangap Gabe Arta, H. Albiner Sitompul, mengatakan penanganan Batu Jomba perlu menggabungkan kajian akademis dan keahlian teknis. Menurutnya, perbaikan sementara belum cukup untuk mengatasi pergeseran tanah yang berulang dan mengganggu konektivitas lintas tengah Sumatera.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian PUPR yang selama ini sigap di lapangan setiap kali terjadi longsor,” ujar Albiner dalam keterangan tertulisnya di Sibolga, Selasa (20/10/2026).
Ia menekankan bahwa penanganan jangka panjang diperlukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi daerah.
Melalui FGD tersebut, yayasan ingin membuka pembahasan berbagai alternatif penanganan, termasuk kemungkinan jalur pintas atau bypass yang lebih stabil serta mitigasi hidrologi.
“Melalui konsep FGD yang kami gagas bersama USU, kami ingin mengundang Kementerian PUPR untuk duduk bersama, membedah alternatif solusi seperti pemetaan jalur pintas (bypass) baru yang lebih stabil, hingga mitigasi hidrologi yang komprehensif,” katanya.
Menurut Albiner, karakteristik pergerakan tanah di Batu Jomba membutuhkan kajian mendalam dari berbagai disiplin. Karena itu, pembahasan dirancang mencakup aspek geologi teknik, dampak kerugian ekonomi daerah, dan keterhubungan infrastruktur dengan wilayah Pantai Barat Sumatera.
Pendekatan lintas sektor tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pemerintah pusat dalam menentukan langkah penanganan Batu Jomba.
Yayasan juga berharap dukungan Kementerian PUPR dapat mempercepat perumusan rekomendasi yang mempertimbangkan stabilitas kawasan dan kebutuhan konektivitas masyarakat.
Yayasan Riandja Sangap Gabe Arta merupakan lembaga nirlaba yang bergerak dalam kajian strategis, sosial, serta pengembangan infrastruktur konektivitas wilayah, khususnya di Sumatera Utara dan sekitarnya. (FS)


0 Komentar