Breaking News

6/recent/ticker-posts

Pemkot Pematangsiantar Gelar Sosialisasi Registrasi Naskah Kuno, Libatkan 100 Peserta

Tarunaglobalnews.com   Pematangsiantar | Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Registrasi Naskah Kuno di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Selasa (20/10/2026). 

Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi, penanggung jawab kegiatan adalah Ruspina Siregar kepala bidang perpustakaan dan pengolahan bahan pustaka.

Wali Kota Pematangsiantar dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Dedi Tunasto Setiawan, S.H., M.H., menyampaikan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan rekam jejak kehidupan masyarakat.

Naskah kuno memuat nilai kearifan lokal serta pengalaman masa lalu yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi mendatang. Untuk itu, pelestariannya membutuhkan kerja sama pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pemilik naskah.

Dalam sambutan tersebut, Pemkot Pematangsiantar menyatakan komitmen untuk mendorong penyelamatan naskah kuno melalui sosialisasi, identifikasi, dan pengkajian.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar, Ir. Christina Rispani Sidauruk, dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengertian, jenis, manfaat, dan pemeliharaan naskah kuno.

“Naskah kuno menyimpan khazanah intelektual yang belum sepenuhnya tergali,” ujar Christina.

Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mendukung inventarisasi dan registrasi, termasuk memberikan informasi mengenai keberadaan naskah yang tersimpan di lingkungan keluarga maupun komunitas.

Sosialisasi menghadirkan Kepala Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak Universitas HKBP Nommensen Medan, Manguji Nababan, S.S., M.A., yang membawakan materi “Pengarusutamaan Naskah Kuno” dengan fokus inventarisasi dan registrasi.

Narasumber lainnya, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Erond Litno Damanik, S.Pd., M.Si., memaparkan manuskrip Partiga-tiga Sihapunjung Parmata Manunggal sebagai sumber penelusuran linimasa dan rekonstruksi sejarah Kota Pematangsiantar.

Erond menjelaskan bahwa manuskrip menyimpan beragam pengetahuan, mulai dari silsilah, hukum adat, sastra, spiritualitas, hingga pengobatan tradisional. Pemanfaatannya untuk penulisan sejarah perlu dilakukan melalui pembacaan kritis dan perbandingan dengan sumber lain.

Ia turut membahas tantangan pelestarian, seperti pelapukan bahan, kelembapan, jamur, serangga, serta keterbatasan kemampuan membaca bahasa dan aksara lama. Digitalisasi menjadi salah satu upaya pendukung dokumentasi dan akses pengkajian yang perlu berjalan bersama perawatan fisik naskah.

Kegiatan dipandu Muhammad Fikri Fanani Damanik, S.IP., M.Si., selaku moderator. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan rubrik “Menelisik Sejarah” yang dipublikasikan setiap Kamis melalui media sosial Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar.

Rubrik tersebut telah mengangkat sejarah sejumlah bangunan di Kota Pematangsiantar, antara lain Siantar Hotel, bioskop, dan gedung BRI.

“Kita harus memaksimalkan media sosial kita menjadi sarana edukasi untuk masyarakat Kota Pematangsiantar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Pematangsiantar mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pendataan dan pelestarian naskah kuno untuk menjaga warisan sejarah serta pengetahuan lokal. (FS)

Posting Komentar

0 Komentar