Breaking News

6/recent/ticker-posts

Sultan Deli XIV Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembangunan Rendah Karbon di Sumut

Tarunaglobalnews.com Medan | Sultan Deli XIV, Seri Paduka Tuanku Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Sumatera Utara.

Menurut Sultan, PRKBI bukan lagi sekadar pilihan dalam arah pembangunan, melainkan sebuah keniscayaan yang perlu didukung bersama untuk memastikan pembangunan daerah dan nasional tetap berjalan secara berkelanjutan serta mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.

Pesan tersebut disampaikan Sultan saat menghadiri Diskusi Tim Ad Hoc Forum PRKBI Sumatera Utara yang digelar pada Jumat, 25 September 2026, di Srikandi Coffee, Medan.

"Pembangunan Rendah Karbon adalah sebuah keniscayaan yang harus kita dukung untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan. Wadah forum PRKBI yang mensinergikan berbagai pihak sangat strategis untuk memperkuat implementasi PRKBI di lapangan," ujar Sultan Deli XIV.

Sultan menilai tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, berbagai pihak harus terlibat dalam mengimplementasikan PRKBI. Melalui forum inilah kolaborasi yang kuat akan terbangun," tegasnya.

Dalam forum tersebut, Sultan Deli XIV tidak hanya hadir sebagai tokoh adat dan daerah. Ia juga mengambil peran aktif sebagai salah satu anggota Tim Ad Hoc yang turut merancang dan menyusun framework atau kerangka kerja Forum PRKBI Sumatera Utara.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai perspektif dan kepentingan dalam membangun kerangka kolaborasi yang dapat mendorong implementasi PRKBI secara lebih konkret di Sumatera Utara.

Diskusi strategis tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lintas lembaga, antara lain Ir. Soekirman, tokoh senior sekaligus Brand Ambassador Asian Local Governments for Organic Agriculture (ALGOA); Prof. Hamdani Harahap, akademisi senior dari Universitas Sumatera Utara (USU); perwakilan Center for Environment and Disaster Management Association (CEDMA) USU; perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat Bitra Indonesia; perwakilan Yayasan Kemanusiaan Ibu (YKI); perwakilan Gugah Nurani Indonesia; serta perwakilan Bapperida Provinsi Sumatera Utara.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas arah, kerangka kerja, serta pola kolaborasi yang diperlukan dalam membangun Forum PRKBI Sumatera Utara. Forum diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat berkembang menjadi wadah yang mendorong penyelarasan kebijakan dan aksi nyata.

Pelaksanaan diskusi difasilitasi oleh OPML dan PT Hatfield melalui dukungan program Low Carbon Development Initiative (LCDI). Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan agenda pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumatera Utara.

Melalui Forum PRKBI Sumatera Utara, para pemangku kepentingan diharapkan memiliki ruang bersama untuk menginkubasi gagasan, menyelaraskan kebijakan, membangun jejaring, serta mendorong aksi kolaboratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan semakin kuatnya keterlibatan berbagai pihak, PRKBI diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program yang lebih konkret, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan masyarakat di Sumatera Utara. (FS)

Posting Komentar

0 Komentar