Breaking News

6/recent/ticker-posts

Permintaan Evaluasi dan Percepatan Pembangunan 8 RKB SMK Negeri 1 Bandar

Tarunaglobalnews.com Simalungun | Pembangunan 8 (delapan) Ruang Kelas Baru (RKB) SMK Negeri 1 Bandar merupakan pembangunan yang sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar serta mengatasi keterbatasan ruang kelas yang saat ini dihadapi oleh pihak sekolah.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan Tahun Anggaran 2026, dengan sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara, nilai kontrak sebesar Rp2.648.800.000,08 dan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh CV Cipta Karya Nusantara selaku Penyedia Jasa Konstruksi, dengan CV Cikas Nusantara selaku Konsultan Pengawas.

Namun, berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan, progres pembangunan sampai saat ini dinilai sangat lambat. Pekerjaan yang seharusnya sudah berjalan sejak bulan Juli 2026, hingga saat ini perkembangan fisiknya masih sangat minim dan pekerjaan pondasi bangunan belum terlihat dilaksanakan secara signifikan.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan, karena pembangunan RKB tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak bagi SMK Negeri 1 Bandar. Keterbatasan ruang kelas saat ini menyebabkan proses pembelajaran harus dilakukan dengan dua shift, yaitu siswa masuk pagi dan siswa masuk siang.

Kondisi tersebut tentunya tidak ideal bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Oleh sebab itu, pembangunan 8 ruang kelas baru tersebut diharapkan dapat segera diselesaikan agar dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar secara normal.

Anggaran Tersebut Adalah Uang Rakyat

Perlu ditegaskan bahwa pembangunan ini menggunakan anggaran APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026, yang pada hakikatnya merupakan uang rakyat dan harus dipergunakan untuk kepentingan masyarakat serta dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Anggaran sebesar Rp2,648 miliar lebih bukanlah anggaran yang kecil. Masyarakat berhak mengetahui bahwa anggaran tersebut benar-benar digunakan untuk menghasilkan pembangunan yang berkualitas, sesuai dengan kontrak, tepat sasaran dan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Keterlambatan pekerjaan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, terlebih apabila keterlambatan tersebut berpotensi menghambat terpenuhinya kebutuhan pendidikan peserta didik.

Perlu Evaluasi Terhadap Penyedia dan Pengawas

Sehubungan dengan kondisi tersebut, kami meminta kepada pihak-pihak yang berwenang agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembangunan RKB SMK Negeri 1 Bandar, khususnya:

1. CV Cipta Karya Nusantara selaku Penyedia Jasa Konstruksi agar segera melakukan percepatan pekerjaan sesuai dengan jadwal dan ketentuan kontrak. 

2. CV Cikas Nusantara selaku Konsultan Pengawas agar meningkatkan pengawasan terhadap progres pekerjaan, kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis serta kontrak. 

3. Pihak pemberi pekerjaan/Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar melakukan monitoring dan evaluasi secara serius terhadap progres pembangunan. 

4. Memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kontrak, RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis dan waktu pelaksanaan 150 hari kalender. 

5. Memastikan seluruh pekerja menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menggunakan APD sesuai dengan ketentuan. 

6. Meminta penyedia jasa memberikan penjelasan mengenai penyebab lambatnya progres pekerjaan dan langkah konkret untuk mengejar keterlambatan tersebut. 

7. Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian terhadap kontrak atau ketentuan pekerjaan, agar dilakukan tindakan dan evaluasi sesuai peraturan yang berlaku. 

Jangan Sampai Kebutuhan Siswa Diabaikan

Kami berharap pihak terkait memahami bahwa pembangunan RKB ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi untuk masa depan anak-anak didik SMK Negeri 1 Bandar.

Ketika sekolah kekurangan ruang kelas hingga harus menerapkan sistem dua shift, sementara pembangunan ruang kelas baru berjalan sangat lambat, maka kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Uang yang digunakan adalah uang rakyat. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar diawasi. Jangan sampai anggaran besar telah dialokasikan, tetapi pembangunan berjalan lambat dan kebutuhan peserta didik justru semakin lama terpenuhi.

Kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan seluruh pihak terkait agar tidak hanya melihat pembangunan dari sisi administrasi, tetapi juga melihat kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan peserta didik.

Segera evaluasi, awasi dan percepat pembangunan RKB SMK Negeri 1 Bandar.

APBD adalah uang rakyat — gunakan secara tepat, bangun dengan benar, selesaikan tepat waktu, dan pertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Tahun Anggaran 2026 | APBD Provinsi Sumatera Utara

Pembangunan 8 Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Bandar

Penyedia: CV Cipta Karya Nusantara

Konsultan Pengawas: CV Cikas Nusantara

(MP) 

Posting Komentar

0 Komentar