Breaking News

6/recent/ticker-posts

Kisah Inspiratif Dua Sahabat Asal Batu Bara: Dari Penjual Kue dan Es Lilin Menjadi Tokoh Nasional

Tarunaglobalnews.com Jakarta | Siapa sangka anda yang dulunya hanya dikenal sebagai penjual es lilin (Ganepo) yang bersahabat dengan teman kecilnya yang hanya sebagai penjual kue mampu menjadi orang yang terpandang dan menjadi sosok yang diperhitungkan di tingkat Nasional Republik Indonesia. 

Dahulu pernah terdengar istilah atau peribahasa sederhana anak Melayu zaman doeloe, Niat Hati Nak Memeluk Gunung, Tapi Apo (apa) Dayo (daya) tangan tak sampai kira-kira maknanya begini.

Memiliki angan-angan atau harapan yang sangat besar, namun keadaan diri yang lemah atau hidup yang penuh dengan keterbatasan sehingga impian yang menjadi cita-cita dalam hidup tidak dapat terwujud.

Belakangan menyusul versi baru, istilah anak sekarang versi tahun tinggi (modern) begini ungkapannya, niat di hati hendak memeluk gunung, sudah terpeluk biawak celaka. adakah yang tahu makna peribahasa diatas? gimana kalau kita minta saja tanggung jawab dari yang mengetik tulisan diatas ya, jangan pula malah kasi PR ke pembaca, itu terkesan tak bertanggung jawab ya pak buk.

Menurut sipenulis berita ini makna tulisan diatas kira-kira begini, ada seseorang memiliki niat atau tujuan yang sangat baik, namun tindakan tersebut justru membawa diri ke dalam masalah besar atau kerugian yang tidak terduga atau salah dalam melangkah memilih. Sebelumnya penulis mohon maaf jika ada kekurangan dalam penafsiran makna bahasa diatas.

Kesimpulan dari kedua peribahasa diatas adalah memerintahkan kita agar tidak maksakan diri dalam mencapai tujuan akan tetapi harus menyesuaikan diri dengan kemampuan dan berhati-hati dalam melangkah untuk mencapai tujuan.

Tanpa disadari langkah hidup yang sederhana seperti diatas terkesan gampang secara teori, namun secara praktek dikehidupan nyata hal ini tidak mudah untuk dilalui, tak ubahnya perahu kecil yang hendak menyebrangi lautan luas, pastinya akan banyak badai dan karang yang kapan saja dapat menghancurkan dan menenggelamkan perahu beserta pengemudinya. 

Namun jika Alloh sudah berkehendak dan diringi doa emak dan ayah, takkan ada karang dan badai yang mampu menghentikan tujuan tersebut, seperti halnya yang terjadi pada perjalanan kehidupan dua pemuda asal Indrapura yakni Janmat Sembiring dan Ilhamuddin Qosim yang tidak mengenal lelah dan putus asa dalam mencapai cita-citanya, sehingga mampu mengangkat dan membangkitkan harkat dan martabat anak Indrapura bahkan khususnya warga Kabupaten Batu Bara, yang kini berkiprah di kancah Politik dan Pendidikan tingkat Nasional.

Perjalanan panjang ini berawal dari dua sahabat sejati yang berprofesi sebagai penjual kue dan es Ganepo dimana mereka berdua merupakan pemuda asli kelahiran Simpang Tanjung Kubah, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, kini sukses berpetualang di Ibu Kota Jakarta. DR Ilhamuddin Qosim, MA dan H Janmat Sembiring.

Pada tahun 70 an, DR Ilhamuddin Qosim, MA adik dari Mualim Putih anak dari Alm. Ustazd Qosim dan Almh Hj. Nursiah ini menjual kue untuk menambah penghasilan dan membantu kedua orang tua dan kini menjadi Guru Besar di Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta, dimana kampus ini merupakan perguruan tinggi Islam swasta pertama di dunia yang secara khusus fokus pada pengajaran, hafalan (tahfiz), dan pengkajian mendalam mengenai Al-Qur'an. Tidak sampai disitu beliau juga menjabat sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional.

Sementara H Janmat Sembiring, semasa kecilnya tanpa malu-malu juga berjualan es ganepo keliling Kota Indrapura bersamaan dengan DR Ilhamuddin dan kini sukses perantauan menjadi Staf Khusus Menko Polkam RI.

H Janmat Sembiring, anak dari putra dari Alm. Haji. Muhammad Matut. Sembiring dan Almh. Hj. Halimah Tambul br Bangun.

Sejak masa kecil kedua anak kampung ini bersahabat akrab di Simpang Tanjung Kubah, Indrapura sampai dengan sukses bersama di Jakarta.

DR. Ilhamuddin abang dari Muhammad Nur Al Fadil ahli dalam Mufassir Quran, Ahli Hadis dan Hapal Alquran. Ketua Lembaga Tahfiz di Universitas PTIQ Jakarta.

Gelar Doktor yang diterima Ustadz Ilhamuddin juga tidak lepas support dari Menko Polkam RI, Jendral TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Stafsus Menko Polkam RI, H. Jans Sembiring.

H. Jans Sembiring mengatakan bahwa semua prestasi yang diraih bersama dengan DR. Ilham atas Ridho Allah SWT.

Alhamdulillah kesuksesan kami berdua di perantauan berkat dari doa-doa terbaik dari seluruh warga Batu Bara umumnya dan warga Indrapura, Kecamatan Air Putih khususnya, ungkap H. Jans Sembiring.

Lanjut Jans Sembiring, di kampung halaman kami sama-sama menjalani pahitnya kehidupan masa itu dan sukses di Jakarta kami juga tetap bersama.

Orang tua dari DR Ilhamuddin ini juga pendiri Panti Asuhan Anak Yatim Al Ikhlas di Indrapura dan kami berdua tetap hadir bersama secara rutin menyantuni anak yatim dan dhuafa baik di kampung halaman maupun di Jakarta, ujar Jans Sembiring.

Mohon doa dari seluruh warga Batu Bara agar kami berdua bisa berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat, tutup H. Jans Sembiring. (HP)

Posting Komentar

0 Komentar