Tarunaglobalnews.com Batu Bara — Kesedihan kembali menyelimuti warga Dusun VI, Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Setelah berjuang melawan luka bakar selama tiga hari, Sari Gumanti (50), korban kebakaran yang diduga dipicu pertengkaran rumah tangga, meninggal dunia di RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Sabtu (04/07/2026).
Kepergian Sari menambah daftar korban dalam tragedi tersebut. Sebelumnya, sang suami, Suriono (57), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang terbakar.
Di balik peristiwa memilukan itu, sosok Kepala Desa Simpang Gambus, Idris Dele (56), mendapat perhatian dan apresiasi masyarakat. Sejak musibah terjadi, ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai kepala desa, tetapi juga hadir mendampingi keluarga korban di setiap proses, mulai dari evakuasi hingga pemakaman.
Saat kondisi Sari sempat membaik, keluarga membawanya pulang dari RSU Bidadari untuk menjalani pengobatan alternatif di Desa Sumber Padi. Namun, kondisi korban mendadak memburuk akibat sesak napas.
Mendapat kabar tersebut, Idris Dele segera mengerahkan ambulans milik Pemerintah Desa Simpang Gambus untuk menjemput korban dan membawanya ke RSUD H. OK Arya Zulkarnain. Meski telah mendapat penanganan medis, nyawa Sari akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Usai korban dinyatakan meninggal dunia, Idris Dele kembali turun tangan membantu keluarga. Ia mengoordinasikan kebutuhan pemakaman, mendampingi pelaksanaan fardu kifayah, bahkan menjadi imam salat jenazah.
Sebagai kepala desa, sudah menjadi kewajiban saya hadir ketika warga mengalami musibah. Saat mereka berduka, mereka tidak boleh merasa sendirian, kata Kepala Desa Simpang Gambus Idris yang disapa Dele.
Sikap kepedulian tersebut menuai apresiasi dari warga. Mereka menilai Idris Dele tidak hanya menjalankan fungsi administratif sebagai kepala desa, tetapi juga menunjukkan empati dan kepedulian yang nyata kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Tragedi kebakaran terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 00.45 WIB di Dusun VI, Desa Simpang Gambus. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Suriono diduga pulang dalam kondisi mabuk dan terlibat pertengkaran dengan istrinya.
Menurut keterangan anak korban, Reza Surya Pratama (24), Suriono diduga menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) ke lantai rumah sebelum menyulutnya dengan korek api. Api dengan cepat membesar dan melalap rumah sekaligus toko sembako milik keluarga.
Reza berhasil menyelamatkan ibunya melalui pintu belakang meski keduanya mengalami luka bakar. Sementara Suriono ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi setelah api berhasil dipadamkan. (HP).

0 Komentar