Tarunaglobalnews.com Batu Bara | Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Batu Bara menurun dari 137 kasus sebelumnya terhitung saat ini 124 orang. Penurunan ini dikarenakan penderita berpindah domisili dan dua penderita lainnya dikabarkan meninggal dunia.
Penurunan ini dikarenakan penderita berpidah domisili serta dua lainnya dikabarkan meninggal dunia, ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batu Bara, Budi Junarman Sinaga, Rabu (22/7/2026)
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kasus HIV di Kabupaten Batu Bara hingga April 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 137, atau bertambah 28 kasus dibanding periode sebelumnya Demografi
Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah wilayah dengan peningkatan kasus, di antaranya Sei Suka, Indrapura, Pematang Panjang, Labuhan Ruku, dan Tanjung Tiram. Kasus terbanyak ditemukan saat pemeriksaan di RSUD OK Arya Zulkarnain, yakni 16 kasus, terang Budi Junarman Sinaga.
Berdasarkan data Puskesmas, Kecamatan Indrapura mencatat jumlah kasus tertinggi sebanyak 17 kasus, disusul Sei Suka 16 kasus. Sementara itu, Tanjung Tiram, Labuhan Ruku, dan Limapuluh masing-masing mencatat 12 kasus, Pagurawan 6 kasus, serta Pematang Panjang 4 kasus. Adapun total temuan kasus di RSUD OK Arya Zulkarnain mencapai 57 kasus selama periode tersebut.
Budi menjelaskan, HIV merupakan virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh, khususnya sel yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. Namun, HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, maupun sentuhan fisik.
Ia menambahkan, hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan, namun pengobatan dengan terapi antiretroviral (ARV) dapat memperlambat perkembangan virus dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup penderita.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan HIV melalui perilaku hidup sehat, pemeriksaan dini, serta tidak memberikan stigma kepada penderita.
Praktik Pencegahan (Prinsip ABCDE) (Abstinence) Tidak melakukan hubungan seksual bagi yang belum menikah, (Be Faithful) Bersikap saling setia kepada satu pasangan yang sah dan tidak bergonta-ganti pasangan, (Condom) Selalu menggunakan kondom secara konsisten dan benar saat melakukan hubungan seksual yang berisikon, (Drug) Hindari sama sekali penggunaan narkoba, terutama melalui jarum suntik yang tidak steril, (Education): Bekali diri dengan informasi yang benar tentang HIV/AIDS untuk mencegah penularan dan menghindari mitos yang keliru. (HP)

0 Komentar