Tarunaglobanews.com Deli Serdang | Pembangunan saluran U-Ditch (drainase) yang menelan anggaran ratusan juta rupiah di Gang Melayu, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan tajam Masyarakat. Alih-alih menjadi solusi banjir, kondisi pemasangan drainase justru dinilai warga memprihatinkan karena bentuknya bergelombang, naik turun, bahkan disebut menyerupai ular piton yang sedang melintas di badan jalan.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Kamis (23/7/2026), pemasangan U-Ditch terlihat tidak lurus dan tidak rata. Sejumlah titik tampak cekung di bagian tengah, sementara bagian lainnya lebih tinggi sehingga menimbulkan genangan air, dugaan pekerjaan tidak dilakukan sesuai standar teknis dan spesifikasi.
Warga juga menyoroti elevasi saluran yang diduga tidak sesuai. Bagian hulu terlihat lebih rendah dibandingkan bagian hilir, kondisi yang dikhawatirkan dapat menghambat aliran air. Apabila dugaan tersebut benar, proyek yang seharusnya mengurangi banjir justru berpotensi memicu genangan hingga memperparah banjir di kawasan permukiman saat turun hujan deras.
Tak hanya itu, saluran pembuangan menuju parit juga menjadi perhatian warga.
Mereka mempertanyakan apakah perencanaan proyek telah memperhitungkan kapasitas parit pembuangan yang selama ini berukuran kecil dan mengalami pendangkalan. Jika tidak diperhitungkan secara matang, debit air dari saluran baru dikhawatirkan hanya akan menumpuk di ujung drainase.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut.
"Bangunannya terlihat cekung di tengah. Kami khawatir kalau hujan deras air akan meluap ke rumah-rumah warga. Yang kami lihat, pemasangan U-Ditch ini diduga asal jadi. Bentuknya berbelok-belok, naik turun dan tidak rata. Kami juga tidak melihat pekerja menggunakan alat ukur seperti waterpass. Anehnya lagi, kami yang setiap hari melihat pekerjaan ini tidak pernah mengetahui siapa pelaksana atau rekanan proyek tersebut," ujarnya.
Warga meminta agar proyek tersebut dievaluasi secara menyeluruh. Mereka berharap apabila ditemukan pemasangan yang tidak sesuai spesifikasi maupun elevasi, pekerjaan tersebut dibongkar dan diperbaiki sebelum diserahterimakan agar tidak menimbulkan kerugian bagi Masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang terkait di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Deli Serdang berinisial AL telah dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp terkait dugaan pekerjaan yang tidak sesuai. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Awak media juga mengaku tidak lagi dapat menghubungi nomor tersebut.
Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Kepala Dinas Perkim Kabupaten Deli Serdang melalui WhatsApp. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban maupun klarifikasi dari pihak dinas.
Minimnya tanggapan dari pihak terkait semakin menambah kekecewaan warga. Mereka berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut, mengingat proyek itu menggunakan anggaran Negara yang bersumber dari uang Rakyat.
Warga meminta Bupati Deli Serdang turun langsung meninjau lokasi proyek dan memerintahkan Inspektorat serta instansi teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis atau kontrak kerja, warga berharap rekanan pelaksana diminta bertanggung jawab dengan melakukan perbaikan, serta pejabat yang lalai dalam pengawasan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Masyarakat tidak menginginkan proyek yang hanya menghabiskan anggaran, tetapi tidak mengutamakan kualitas, transparansi, dan benar-benar tidak memberikan manfaat bagi warga," tegas salah seorang warga.(Ewi)

0 Komentar