Breaking News

6/recent/ticker-posts

Miris! Jembatan Balibunga Dompu Berlubang Parah Hingga 'Ditanami' Pohon Pisang

Tarunaglobalnew.com Dompu NTB — Tak pernah terjadi selama bangsa Indonesia ini berdiri ada kejadian yang aneh tapi nyata, dimana jembatan penghubung Desa Matua dan Kelurahan dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu rusak parah dan berlubang, sehingga di tumbuhi pohon pisang. Terkait hal itu kinerja PPK pengawas jalan Negara dan jembatan wilayah Dompu di nilai bobrok dan anggaran miliaran rupiah untuk pemeliharaan jalan dan jembatan patut di pertanyakan oleh publik. Kuat dugaan dana tersebut di masuk ke kantung pribadi PPK kantor balai Pengawasan jalan dan jembatan cabang Dompu di Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu.

Kejadian yang menghebohkan masyarakat tersebut terjadi pada hari ini Senin (13/4/26) sekitar pukul 08.00 Wita, di saksikan sendiri oleh Kepala Desa Matua Syam Firdaus ST dan pengguna jalan yang melintas kaget melihat jembatan sudah di tumbuhi pohon pisang dan rusak berat serta berlubang.

Dari pantauan awak media ini, jalan dan Jembatan Balibunga tersebut sudah lama rusak parah dan berlubang di tengah namun tidak ada perhatian serius dari Kantor Balai Pengawasan Jalan dan Jembatan Negara wilayah Dompu. Pada hal jembatan penghubung Desa Matua dan Kandai dua ini sangat penting di perhatikan, mengingat kendaraan yang melintas di jalan tersebut adalah kendaraan yang kelaster berat, sejatinya instansi terkait harus memperhatikan dengan cepat.

Selain itu dengan kondisi jembatan yang rusak parah dan bolong besar di tengah tersebut di khawatirkan akan terjadi kecelakaan tunggal yang mengorbankan nyawa masyarakat dan pengguna jalan.

Terkait jalan negara dan jembatan Balibunga yang rusak parah tersebut Kepala Balai Pengawas jalan dan jembatan wilayah Kabupaten Dompu dengan sengaja tutup mata atau masa bodoh karena alasan efisiensi anggaran dan atau anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan Negara di duga raib di makan tikus.

"Bukan hanya jembatan Balibunga saja yang rusak parah tapi hampir semua jembatan jalan Negara yang dibeckup melalui dana APBN kondisinya sudah rusak parah dan berlubang, namun sampai hari ini tidak ada perhatian dan respon dari pemerintah pusat melalui Balai Pengawas jalan jembatan Negara wilayah Kabupaten Dompu.

Mereka saat ini hanya konsentrasi melakukan pengawasan dan pemeliharaan jalan di turunan Tekasire dan pembersihan jalan di Desa Konte dan Desa Kesi Kecamatan Kempo. Sedangkan di wilayah Kecamatan Woja dan Dompu sepertinya di biarkan saja rusak parah. Jambatan tersebut akan di perbaiki apabila ada kecelakaan atau musibah yang lebih besar.

Apabila di telisik lebih dalam bahwasanya tidaklah tepat efisiensi anggaran tersebut sebagai alasan pembenaran sehingga jalan jembatan tidak di perbaiki oleh instansi terkait, karena anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan Negara mulai dari perbatasan sumbawa sampai ke perbatasan Kabupaten Bima tiap tahun anggaran pemeliharaan tetap ada sampai puluhan miliaran rupiah.

Anggaran pemeliharaan tersebut sama dengan daerah lain seperti di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Bima dan kondisi jalan negara dan jambatan tetap baik dan mulus tak ada yang rusak dan berlubang seperti di wilayah Kabupaten Dompu.

Terkait hal itu minta BPK dan lembaga antiruaswah untuk melakukan audit total di lingkungan Dirjen Balai Pengawasan Jalan dan jembatan pusat sampai ke Daerah termasuk kepada rekanan kontraktornya yang nakal. Selain itu di minta kepada kepala pengawas jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Dompu agar segera di copot karena di anggap tidak mampu mengawasi dan memelihara jembatan dan jalan negara dengan baik.

Untuk apa negara menggaji dan memberikan fasilitas yang cukup kalau hanya mereka tidur dan tidak bekerja dengan baik, yang berujung jembatan Balibunga Kelurahan Kandai dua Kecamatan Woja rusak berat dan sudah di tumbuhi pohon pisang. Hari ini tumbuh pohon pisang mungkin besok tumbuh pohon bambu dan lusa ada musibah yang paling besar dan PPK Balai Pengawas jalan dan jembatan wilayah Dompu agar segera di copot saja, pungkas nya. (Rdw/ddo)

Posting Komentar

0 Komentar