Tarunaglobalnews.com Simalungun — Jeritan ketakutan dibalut keresahan mendalam tengah menyelimuti warga di Kecamatan Bandar Masilam. Peredaran narkotika jenis sabu dilaporkan semakin liar dan terang-terangan, menyasar pemuda hingga merusak tatanan sosial di dua wilayah utama Nagori Bandar Masilam dan Nagori Gunung Serawan.
Meski keresahan sudah di ubun-ubun, warga memilih bersuara dalam bayang-bayang anonimitas. Faktor keselamatan menjadi alasan utama mengapa identitas mereka disembunyikan. Namun, pesan mereka jelas: Bandar Masilam sedang tidak baik-baik saja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan warga, muncul empat nama yang diduga kuat menjadi pengatur ritme peredaran barang haram tersebut di wilayah mereka. Nama-nama ini sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, namun seolah tak tersentuh hukum.
Di Nagori Gunung Serawan, warga menuding sosok berinisial JT alias Jon Tato yang berdomisili di Tapak Kuda, serta UP alias Uden Pelor, sebagai pemain utama. Sementara itu, di Nagori Bandar Masilam, nama AK alias Amat Kecewa dan Manda disebut-sebut sebagai sosok yang mengendalikan distribusi sabu di wilayah tersebut.
"Kami sudah sangat resah. Mereka seolah tidak takut sama sekali. Anak-anak muda kami jadi sasaran. Kalau ini dibiarkan, mau jadi apa generasi desa kami ke depan?" ungkap seorang warga dengan nada getir.
Warga juga membeberkan bahwa aktivitas peredaran ini dilakukan dengan sangat berani. Lokasi-lokasi tersembunyi hingga sudut pemukiman diduga sering dijadikan tempat transaksi dan penggunaan narkoba, yang memicu meningkatnya angka kriminalitas jalanan serta pencurian kecil-kecilan di lingkungan sekitar.
Masyarakat kini menaruh harapan terakhir mereka pada ketegasan Polres Simalungun dan Polsek setempat. Warga mendesak agar pihak kepolisian tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga melakukan tindakan nyata berupa penangkapan terhadap nama-nama yang sudah meresahkan tersebut.
"Kami berharap Pak Polisi segera bertindak. Jangan tunggu sampai massa yang bergerak karena sudah saking kesalnya. Kami butuh lingkungan yang bersih dari narkoba agar anak cucu kami aman," tambah warga tersebut. (red)

0 Komentar