Breaking News

6/recent/ticker-posts

Oknum TNI Diduga Hajar Aktivis di Salemba, Forum Pemuda Simalungun: "Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan!"

Tarunaglobalnews.com Simalungun – Jagat maya dan ruang publik tanah air tengah diguncang kabar dugaan tindakan represif oknum anggota TNI terhadap seorang aktivis di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Insiden yang diduga dipicu oleh perbedaan pandangan politik ini memantik gelombang kecaman nasional, termasuk dari pelosok daerah.

Salah satu suara keras datang dari Rifki Muflih Rambe, Koordinator Forum Pemuda Simalungun. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga negara yang menyuarakan aspirasi adalah rapor merah bagi demokrasi Indonesia.

Rifki menyoroti bahwa tindakan represif tersebut seolah menunjukkan kemunduran dalam penghormatan terhadap kebebasan berpendapat.

“Melihat berita yang beredar, kami mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI terhadap aktivis. Negara ini adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan yang membungkam suara kritis!” tegas Rifki dalam pernyataan resminya, di Kota Perdagangan, Rabu (25/3/2026).

Ia menilai, pendekatan kekerasan dalam menangani aksi massa atau aktivitas aktivis tidak hanya melanggar HAM, tetapi juga mencederai marwah institusi negara di mata rakyat.

Meski kejadian berlangsung di Ibu Kota, Rifki memberikan peringatan keras agar pola-pola kekerasan serupa tidak merembet ke daerah, khususnya di Kabupaten Simalungun.

Ia mengingatkan bahwa ruang publik harus tetap menjadi tempat yang aman bagi generasi muda untuk mengkritik tanpa bayang-bayang ketakutan.

“Kami mengingatkan, jangan sampai praktik-praktik seperti ini terjadi di Kabupaten Simalungun. Tanah ini harus tetap menjadi ruang yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Forum Pemuda Simalungun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, pembiaran terhadap satu kekerasan akan menjadi pintu masuk bagi penindasan lainnya.

“Jika hari ini suara aktivis dibungkam dengan kekerasan, maka besok bisa saja suara rakyat yang lain mengalami hal serupa. Kita punya tanggung jawab moral untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkas Rifki. (Ir)

Posting Komentar

0 Komentar