Breaking News

6/recent/ticker-posts

Muswil MW KAHMI Sumut 2026: Forum Intelektual Penentu Arah Kebangsaan Alumni HMI di Sumatera Utara

Tarunaglobalnews.com PARAPAT — Musyawarah Wilayah Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Muswil MW KAHMI Sumut) yang berlangsung di Aula Mess Pemprovsu Pora-Pora Parapat, Kabupaten Simalungun, pada 8–10 Mei 2026, tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi alumni, melainkan forum intelektual strategis yang mempertaruhkan arah moral, sosial, dan kebangsaan kaum cendekiawan Muslim di Sumatera Utara.

Forum tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, intelektualitas, dan semangat kolaborasi lintas generasi alumni HMI-KAHMI. 

Muswil turut dihadiri jajaran pengurus MW KAHMI Sumut, kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta perwakilan Majelis Daerah KAHMI se-Sumatera Utara.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Bupati Simalungun Anton Saragih, Wakil Bupati Pakpak Bharat Matsyuhito Solin, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly, mantan Bupati Tapanuli Selatan periode 2010–2015 dan 2016–2021 Syahrul M. Pasaribu, serta sejumlah senior HMI-KAHMI dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Dalam forum Muswil tersebut, peserta secara musyawarah menetapkan tujuh presidium MW KAHMI Sumut periode 2026–2031, yakni:

1. Rusdi Lubis, MMA

2. Dr. Hatta Ridho, S.Sos., M.SP

3. Dr. Sugiat Santoso

4. Dr. M. Mansyur Hidayat Pasaribu

5. Dr. Sadikin Bintang

6. Prof. Hasyim Purba

7. M. Ade Iskandar Nasution, MP

Terpilihnya tujuh presidium tersebut dinilai merepresentasikan perpaduan antara kekuatan akademik, pengalaman organisasi, jejaring sosial, dan kepemimpinan kolektif alumni HMI di Sumatera Utara.

Salah satu presidium terpilih, Dr. Hatta Ridho, S.Sos., M.SP., menegaskan bahwa KAHMI harus hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa.

“KAHMI adalah tempat pertemuan gagasan, ide, jejaring, dan energi pengabdian para alumninya untuk menghadirkan aksi nyata dalam memajukan umat dan bangsa. KAHMI terlahir sebagai wadah intelektual yang menjadi jembatan antara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Sebagai simpul kolaborasi, KAHMI juga memiliki komitmen jangka panjang dalam mengawal kebijakan yang pro rakyat, sekaligus menawarkan alternatif solusi kepada pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan,” ujar Dr. Hatta Ridho.

Menurutnya, di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan yang semakin kompleks, KAHMI harus mampu menjaga perannya sebagai organisasi strategis yang melahirkan gagasan dan pengabdian nyata bagi masyarakat.

“Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan yang semakin kompleks, KAHMI harus mampu menjadi kekuatan moral dan intelektual yang tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga nyata dalam kerja-kerja pemberdayaan, pendidikan, pembangunan sosial, dan penguatan persatuan umat,” tambahnya.

Apresiasi terhadap terpilihnya Dr. Hatta Ridho juga datang dari mantan Wakil Wali Kota Pematangsiantar periode 2010–2015, Koni Ismail Siregar, yang turut hadir dalam forum Muswil tersebut.

Menurut Koni, Dr. Hatta Ridho merupakan figur akademisi dan organisatoris yang memiliki kapasitas kepemimpinan serta kepedulian sosial yang kuat.

“Saya melihat Dr. Hatta Ridho merupakan sosok intelektual yang memiliki integritas, pengalaman organisasi, dan kepedulian sosial yang baik. Terpilihnya beliau sebagai presidium MW KAHMI Sumut menjadi harapan baru bagi penguatan peran alumni HMI dalam pembangunan daerah dan pembinaan umat,” ujar Koni Ismail Siregar.

Ia juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap Dr. Hatta Ridho turut datang dari kalangan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU).

“Sebagai bagian dari alumni FISIP USU, kami tentu merasa bangga dan memberikan dukungan moral kepada Dr. Hatta Ridho. Kami berharap beliau mampu membawa semangat kolaboratif, intelektual, dan pengabdian yang lebih kuat di tubuh MW KAHMI Sumut,” tambahnya.

Muswil MW KAHMI Sumut 2026 juga menjadi ruang strategis memperkuat sinergi antara alumni HMI dengan pemerintah daerah, dunia akademik, dan elemen masyarakat sipil dalam mendorong pembangunan Sumatera Utara yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadaban.

Forum tersebut menegaskan kembali posisi KAHMI sebagai organisasi alumni yang memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

Dengan terpilihnya presidium baru periode 2026–2031, publik menaruh harapan agar MW KAHMI Sumut mampu melahirkan program-program yang progresif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat kontribusi alumni HMI dalam pembangunan daerah maupun nasional. (FS)

Posting Komentar

0 Komentar