Tarunaglobalnews.com Medan — Usia bukanlah batas untuk terus berkembang. Hal inilah yang dibuktikan oleh "Khairina Sari", seorang ibu rumah tangga berusia 40+ dengan empat orang anak, yang kini aktif dan produktif di dunia digital sebagai "project manager komunitas AWC", mompluencer sekaligus "owner Khinas Project".
Berawal dari peran sebagai ibu rumah tangga, Khairina Sari perlahan membangun kapasitas diri dengan belajar dan terjun langsung ke dunia konten, desain, dan editing digital. Konsistensi dan semangat belajarnya mengantarkan ia dipercaya menjadi "Manager Project di komunitas Asosiasi Wanita Cerdas (AWC)", sebuah komunitas perempuan yang fokus pada pengembangan diri, literasi digital, dan kemandirian ekonomi wanita.
Tak hanya aktif di komunitas, Khairina juga mengelola usaha jasa kreatif bertajuk "Khinas Project", yang bergerak di bidang "desain grafis, editing konten, dan creative support" untuk personal branding maupun UMKM. Melalui Khinas Project, ia membantu banyak pelaku usaha dan kreator perempuan tampil lebih profesional di dunia digital sekaligus menjadi Tim beRAni (Sosial Media Spesialist).
Menambah kredibilitasnya, Khairina Sari juga telah "bersertifikat Kemnaker RI – Generative AI", menjadikannya salah satu ibu kreator yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pemanfaatan AI dalam industri kreatif sekaligus menjadi volunteer di komunitas IPM divisi Majalah sebagai Designer Grafis.
Sebagai seorang ibu dari empat anak, Khairina mengakui tantangan terbesar adalah membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Namun baginya, peran sebagai ibu justru menjadi sumber motivasi untuk terus bertumbuh dan memberi contoh nyata bahwa belajar tidak mengenal usia.
“Menjadi ibu bukan berarti berhenti bermimpi. Justru dari rumah, kita bisa menciptakan banyak karya dan dampak,” ungkapnya.
Kisah Khairina Sari menjadi gambaran nyata semangat perempuan AWC: cerdas, berdaya, dan bertumbuh bersama, tanpa harus meninggalkan peran utama sebagai ibu dan pendamping keluarga. (FS)

0 Komentar