Breaking News

6/recent/ticker-posts

Manajemen PTPN IV Unit Kebun Gunung Bayu Abaikan Surat Yang Diajukan Pemerintah Nagori Perlanaan

TARUNAGLOBALNEWS.COM

Simalungun — Pimpinan manajemen PTPN IV unit kebun Gunung Bayu dianggap tidak mampu untuk menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat desa/nagori sekitar yang berbatasan langsung dengan HGU perusahaan. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat nagori Perlanaan B.Siagian kepada awak media." Sebagai masyarakat khususnya warga nagori Perlanaan kita sangat kecewa dengan sikap dan kebijakan yang telah dilaksanakan oleh manajemen PTPN IV unit kebun Gunung Bayu terkhusus di areal HGU mereka yang akan melakukan proyek replanting (tanam ulang kelapa sawit) dan dibeberapa titik sudah melakukan proses penggalian "parit gajah" berukuran lebar 6 meter dengan kedalaman 3 meter disepanjang tepat patok tapal batas HGU dengan tanah warga.

Dengan ukuran parit seperti itu tentu saja sangat mengkhawatirkan kita sebagai masyarakat. Selain dapat mengancam keselamatan juga tentunya kita mengkhawatirkan akan berdampak pada kesehatan warga kita.

Hal itu bukan tanpa alasan karena kita bisa cek fakta di lapangan bahwa air yang ada didalam parit yang mereka buat itu tidak mengalir sempurna sehingga membuat genangan-genangan yang nantinya dapat menjadi tempat ideal berkembangnya jentik-jentik nyamuk yang membahayakan kesehatan warga kita."terangnya.

Ditambahkan kembali bahwa "parit gajah" yang dibuat tersebut juga beberapa waktu lalu telah merenggut nyawa seorang remaja warga Huta II Nagori Perlanaan (29/01)." Kita juga menyesalkan terjadinya peristiwa yang menyebabkan meninggalnya salah seorang warga kita yang saat itu bersama dengan teman-temannya mereka mandi-mandi di parit gajah itu yang mungkin mereka pikir tidak membahayakan keselamatan tetapi ternyata didalam parit itu mengandung endapan lumpur yang sangat dalam dan mengakibatkan almarhum tenggelam.

Karenanya pasca kejadian tersebut dengan di fasilitasi oleh pemerintah Nagori Perlanaan puluhan warga masyarakat mengadakan rapat guna membahas berbagai hal terkait dampak kekhawatiran masyarakat dengan adanya parit gajah yang dibuat oleh PTPN IV unit kebun Gunung Bayu(01/02). Dan seluruh kesimpulan hasil rapat warga secara tertulis yang ditandatangani maujana dan pangulu Perlanaan tersebut katanya sudah disampaikan langsung oleh pangulu bersama ketua maujana Nagori Perlanaan ke kantor unit kebun Gunung Bayu pada Senin (06/02/2023).

Tetapi sampai sekarang (14/02/2023) sama sekali belum ada jawaban maupun tanggapan dari perusahaan. Sepertinya pihak perusahaan khususnya unit kebun Gunung Bayu menganggap sepele persoalan terkait keresahan masyarakat akibat dampak dari parit yang mereka kerjakan yang notabene telah merenggut nyawa warga sekitarnya."geramnya.

Sementara itu pangulu nagori Perlanaan Tri Jaka saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp pribadinya membenarkan bahwa dirinya bersama dengan ketua maujana Nagori Perlanaan telah mengantarkan surat hasil kesimpulan rapat bersama warga yang membahas tentang keresahan masyarakat terkait parit isolasi yang dikerjakan di PTPN IV unit kebun Gunung Bayu." Iya benar bang saya bersama dengan ketua maujana mengantarkan surat tersebut pada senin(06/02) dan diterima oleh salah seorang karyawan pelaksana di kantor tersebut. Saya sudah minta tolong kepada ibu itu untuk dapat bertemu dengan manajernya namun cuma di jawab iya-iya saja katanya. Sampai kami pulang, manajer PTPN IV unit kebun Gunung Bayu maupun APK nya dan pimpinan yang lain tidak ada yang bisa kami temui. Hingga saat ini (14/02) surat tersebut belum ada ditanggapi oleh perusahaan bang... Sepertinya mereka sepele dengan apa yang telah kita sampaikan."tulisnya.

Guna perimbangan isi berita awak media berusaha mendapatkan informasi dari pihak perusahaan melalui APK unit kebun Gunung Bayu Vincent Nadeak. Karena dengan alasan dinas keluar dirinya tetap tidak dapat ditemui di kantornya. Dihubungi via pesan WhatsApp pribadinya dan diketahui telah terkirim dan terbaca,namun sangat disayangkan konfirmasi yang berusaha untuk didapatkan secara resmi dari manajemen perusahaan melalui APK unit kebun Gunung Bayu sepertinya hanya dianggap angin lalu. (Des)

Posting Komentar

0 Komentar