Tarunaglobalnews.com Deli Serdang | Hari Tani Nasional bukan sekadar tanggal yang diperingati setiap tahun. Di balik momentum tersebut terdapat pesan besar tentang masa depan pangan, ekonomi masyarakat, dan ketahanan negara.
Petani adalah pihak yang berada di garis terdepan dalam memastikan pangan tersedia bagi masyarakat. Namun, di tengah tuntutan untuk meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan, keberlangsungan usaha tani dan kesejahteraan petani juga harus menjadi perhatian utama.
Hal tersebut disampaikan Azam Azmi Azizih, S.P., Sekretaris Pemuda Tani Indonesia Deli Serdang, dalam momentum Hari Tani Nasional.
Menurut Azam, perhatian kepada petani tidak boleh berhenti pada ucapan, seremoni, maupun peringatan tahunan.
“Hari Tani Nasional jangan hanya dirayakan. Hari ini harus menjadi momentum untuk bertanya: sudah sejauh mana kita benar-benar memperhatikan petani? Karena ketahanan pangan tidak mungkin berdiri kuat kalau petaninya sendiri tidak mendapatkan dukungan untuk menjalankan usaha taninya,” tegas Azam.
Ia menilai, petani membutuhkan ekosistem pertanian yang memungkinkan mereka menjalankan usaha secara berkelanjutan. Ketersediaan benih, pupuk, sarana produksi, teknologi, akses pembiayaan, infrastruktur pertanian, pendampingan, hingga kepastian pasar merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pembangunan pertanian.
“Jangan hanya meminta petani meningkatkan produksi. Kita juga harus memastikan mereka memiliki akses terhadap kebutuhan produksi, teknologi, modal, pasar, dan mendapatkan nilai ekonomi yang layak dari hasil kerja mereka,” ujarnya.
Pertanian Bukan Sekadar Soal Pangan
Azam menegaskan bahwa pertanian tidak boleh dipandang hanya sebagai urusan menghasilkan pangan. Sektor ini memiliki hubungan langsung dengan perekonomian masyarakat dan ketahanan negara.
Ketika produksi pertanian terganggu, dampaknya dapat dirasakan pada berbagai aspek kehidupan. Karena itu, memperkuat sektor pertanian berarti juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.
“Kita sering berbicara tentang ketahanan pangan dan ketahanan negara. Tetapi jangan lupa, salah satu fondasinya adalah petani. Mereka yang bekerja di lahan, mereka yang menanam, merawat, dan menghasilkan pangan. Karena itu, memperhatikan petani bukan sekadar persoalan kesejahteraan, tetapi juga bagian dari membangun ketahanan bangsa,” kata Azam.
Generasi Muda Harus Masuk Pertanian
Di sisi lain, Azam juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, masa depan pertanian membutuhkan keterlibatan generasi muda yang mampu membawa inovasi dan teknologi ke sektor tersebut.
Pertanian masa depan, katanya, harus mampu berkembang menjadi sektor yang modern, efisien, produktif, dan memiliki daya tarik ekonomi bagi generasi muda.
“Kalau kita ingin pertanian tetap kuat 10, 20, bahkan 30 tahun ke depan, maka regenerasi petani harus dipikirkan sejak sekarang. Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk masuk, berinovasi, dan menjadikan pertanian sebagai profesi sekaligus usaha yang menjanjikan,” ujarnya.
Azam berharap Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, generasi muda, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan pertanian.
Menurutnya, keberpihakan kepada petani harus terlihat dalam langkah nyata dan dukungan yang dapat dirasakan langsung di lapangan.
“Petani bukan hanya objek pembangunan. Petani adalah pelaku utama pembangunan pertanian. Kalau kita ingin pangan kita kuat, maka petaninya harus kuat. Kalau pertanian kita maju, maka ketahanan negara juga semakin kokoh,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak menjadikan Hari Tani Nasional bukan hanya sebagai momentum untuk mengucapkan terima kasih kepada petani, tetapi sebagai pengingat untuk terus memastikan mereka memiliki ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang.
“Jangan hanya ingat petani ketika kita membutuhkan pangan. Ingat petani ketika mereka membutuhkan pupuk, benih, teknologi, modal, pasar, dan kepastian untuk melanjutkan usaha taninya. Karena di tangan merekalah sebagian masa depan pangan kita ditentukan,” pungkas Azam.
Narahubung:
Azam Azmi Azizih, S.P.
Sekretaris Pemuda Tani Indonesia Deli Serdang

0 Komentar