Tarunaglobalnews.com Jakarta | Muktamar XXIII Al Jam'iyatul Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 7–10 Juli 2026, tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga mencatat sejarah baru dengan tampilnya Pengurus Perwakilan Luar Negeri (PPLN) Al Washliyah Malaysia sebagai wajah diplomasi dakwah dan budaya Islam di tingkat internasional.
Ribuan muktamirin dari seluruh Indonesia memadati arena muktamar yang dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. Di tengah rangkaian sidang dan pembahasan strategis organisasi, perhatian peserta tertuju pada kehadiran delegasi Al Washliyah Malaysia yang dipimpin Datuk Haji Jalidar Abd Rahim, didampingi Sekretaris Iwan Syahputra, Wakil Sekretaris Rasyid Riza, serta perwakilan Muslimah Al Washliyah Malaysia.
Yang paling menyita perhatian adalah kepercayaan panitia kepada PPLN Al Washliyah Malaysia untuk mengisi panggung utama Muktamar XXIII melalui penampilan Orkes Gambus Noor El Sabah, grup musik Islami legendaris yang telah dipimpin Datuk Haji Jalidar Abd Rahim sejak 1979.
Alunan gambus, irama Timur Tengah yang berpadu dengan syair-syair Islami, menggema di hadapan ribuan peserta. Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi simbol persaudaraan, dakwah, dan kedekatan sejarah antara Indonesia dan Malaysia yang mendapat sambutan meriah dari para muktamirin.
"Al Washliyah adalah organisasi yang dibangun di atas nilai perjuangan yang sederhana, tetapi sangat kokoh. Karena itulah Al Washliyah mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan zaman, bahkan terus berkembang hingga ke luar negeri," ujar Datuk Haji Jalidar Abd Rahim.
Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada PPLN Malaysia merupakan amanah besar untuk terus mengibarkan panji-panji dakwah Al Washliyah di tingkat global, termasuk di Sabah, Malaysia.
Sebanyak 19 personel Orkes Gambus Noor El Sabah hadir membawa semangat ukhuwah Islamiyah melalui seni dan budaya. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui seni yang mampu menyentuh hati masyarakat lintas bangsa.
Partisipasi delegasi Malaysia juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Negeri Sabah. Datuk Jalidar menyampaikan apresiasi kepada YAB Datuk Seri Panglima Haji Hajiji Haji Noor, Ketua Menteri Sabah, beserta lembaga-lembaga pemerintah yang telah mendukung keberangkatan rombongan sehingga dapat tampil membawa nama Sabah di panggung Muktamar Al Washliyah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Negeri Sabah atas dukungan luar biasa ini. Semoga kerja sama ini semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan hubungan Indonesia–Malaysia," katanya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PPLN Al Washliyah Malaysia, Rasyid Riza, menilai Muktamar XXIII berlangsung dengan lancar, demokratis, dan penuh semangat persatuan. Menurutnya, kehadiran para menteri, tokoh nasional, ulama, dan organisasi Islam menjadi bukti bahwa Al Washliyah memiliki posisi strategis sebagai mitra bangsa dalam pembangunan nasional.
"Kolaborasi pemerintah dan organisasi keagamaan merupakan fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, maju, dan berkarakter," ujarnya.
Muktamar XXIII kemudian menetapkan kembali KH Dr. Masyhuril Khamis, SH., MM., AAAIS., AAAIL. sebagai Ketua Umum PB Al Jam'iyatul Washliyah periode 2026–2031. Turut ditetapkan Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, MA sebagai Sekretaris Jenderal, Drs. H. Rizal Naibaho, M.Si sebagai Bendahara Umum, Prof. Dr. Mohd. Jamil, MA sebagai Ketua Dewan Fatwa, serta Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa Al Washliyah semakin berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan dakwah, pendidikan, ekonomi umat, kaderisasi kepemimpinan, serta kolaborasi global.
Keikutsertaan PPLN Al Washliyah Malaysia menjadi bukti nyata bahwa Al Washliyah telah berkembang melampaui batas geografis Indonesia. Dari Jakarta, semangat persaudaraan Islam kembali bergema, menghubungkan dua negara serumpun dalam satu visi besar: memperkuat dakwah, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. (FS)


0 Komentar