Tarunaglobalnews.com Simalungun, Jum'at, 05 Juni 2026 — Dugaan korupsi mega proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret Eks Kepala Badan Gizi Nasional beserta dua wakilnya memicu amarah publik. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Panca Budi menegaskan, skandal ini bukan sekadar ulah oknum, melainkan bukti bobroknya sistem yang mengancam masa depan anak-anak Indonesia.
Presiden Mahasiswa STAI Panca Budi, Nia Ramadhani Damanik, memperingatkan adanya bahaya laten "penularan" korupsi dari pusat ke daerah akibat sistem hierarki yang rapuh."Kalau di level bos besarnya saja berani korupsi, bukan mustahil praktik haram ini juga terjadi di tingkat daerah. Audit nasional itu harga mati!" tegas Nia.
Nia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melakukan "ganti pemain" atau sekadar mencopot jabatan tanpa mengubah sistem. Menurutnya, tanpa reformasi total, korupsi akan terus berulang.
Selain masalah korupsi, BEM juga mengkritik keras efektivitas program MBG dalam menangani stunting yang dinilai salah sasaran. Penanganan stunting seharusnya fokus pada anak di bawah lima tahun (balita), bukan kelompok usia yang terlambat.
Sebagai langkah ekstrem demi menyelamatkan uang negara, BEM mendesak agar program MBG dihentikan sementara.
"Lebih rasional kita rem dulu program ini untuk audit total dan benahi sistem, daripada nekat lanjut tapi anggarannya terus-menerus dirampok," pungkas Nia. (*)

0 Komentar