Tarunaglobalnews.com Simalungun — Pengajian rutin Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Serbalawan, mengangkat thema sambut tahun Islam 1 Muharram 1448, bertempat di Masjid Taqwa Bandar Selamat, Simalungun, Kamis (11/6/26).
Kajian yang dimulai setelah sholat magrib sampai sholat Isya berjamaah tersebut menghadirkan Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pematang Siantar Ustadz Dr. Ahmad Fitrianto, MA.
Menurut ketua Majelis Tabligh PCM Serbalawan Ustadz Syarifuddin Panjaitan thema Hijrah jelang tahun Islam sengaja diangkat agar kita bersiap dan mengetahui amal utama di tahun 1448 H.
"sesaat lagi kita akan meninggalkan tahun 1447 H, kita buat kajian agar kita berilmu saat bertemu dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1448 H" kata Syarifuddin.
Mengawali ceramahnya ustadz Dr.Fitrianto mengingatkan penetapan tahun baru Islam dimulai saat terjadinya peristiwa hijrah.
Hijrah bisa dimaknai berpindah dari satu tempat ketempat lainnya atau berpindah dari keburukan kepada kebaikan.
Fitrianto menjelaskan setibanya kita di 1448 H, maka harus ada 3 semangat dalam diri kita, pertama semangat Hijrah Meningkatkan Iman, kedua semangat Hijrah Meningkatkan Ibadah dan yang ketiga semangat Hijrah Meningkatkan kualitas Akhlak kita.
Adapun resepnya ada 4 hal yakni;
1.Komitmen: Bertekad, Berniat Untuk Lebih Baik lagi di Tahun 1448 H.
2.Konsekuen: Mulai beramal Soleh, atas apa yang sudah kita niatkan, misalnya janji Sholat diawal Waktu dan di Masjid.
3.Kompeten: Belajar lagi ilmu Agama, seperti dengan memahami bacaan-bacaan ketika Sholat.
4.Konsisten: Kerjakan terus-menerus amalan tersebut, Istiqomah dalam kebaikan sampai kita mati.
"serta jangan lupa catat dan amalkan nanti di tanggal 10 Muharram 1448 ada Sunnah Muakkadah yang disebut Puasa Asyura" jelasnya.
Terakhir ustadz Fitrianto menyampaikan “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS An Nisa ayat 100. (SA)

0 Komentar