Tarunaglobalnews.com Deli Serdang — Sebanyak 20 finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 mengikuti pembekalan Art & Culture Class di Aula Taman Pramuka Cadika, Lubuk Pakam, Senin (29/6/2026). Materi ini menjadi bagian dari rangkaian karantina dan retreat yang dirancang untuk memperkuat kapasitas finalis sebagai duta daerah di era otonomi.
Dalam sesi tersebut, para finalis diajak memahami bagaimana seni dan budaya dapat menjadi instrumen efektif untuk membangun citra daerah, memperkuat identitas lokal, serta memperkenalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah kepada masyarakat yang lebih luas.
Narasumber Henny menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan dalam promosi daerah. Menurutnya, seni tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan sejarah, tradisi, dan karakter masyarakat setempat.
"Seni tidak hanya menjadi media berekspresi, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan identitas dan karakter suatu daerah kepada masyarakat luas," ujarnya.
Melalui pembekalan ini, para finalis didorong untuk mampu mengemas kekayaan budaya daerah secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui diskusi dan pertukaran pengalaman antarfinalis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam perspektif yang muncul semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai keberagaman budaya nusantara dan peluang pengembangannya sebagai aset daerah.
Pembekalan Art & Culture Class menjadi salah satu upaya membekali finalis POI 2026 dengan wawasan yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan budaya, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkan potensi lokal sebagai bagian dari penguatan daya saing dan kemajuan daerah. (Ewi)

0 Komentar