Tarunaglobalnews.com Simalungun — PT Kerasaan Indonesia bersama PT Eastern Sumatra Indonesia melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Berkelanjutan bagi tujuh koperasi binaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Classroom STC Bukit Maradja yang beralamat di Jl. Asahan, Afd I, Bukit Maradja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Selasa, 12 Mei 2026 dan Jum'at, 15 Mei 2026.
Pelatihan yang mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas Petani Sawit melalui Budidaya Berkelanjutan dan Keselamatan Kerja”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas petani sawit rakyat agar mampu menerapkan praktik budidaya yang produktif, efisien, aman, dan berkelanjutan.
Pelatihan diikuti oleh 70 petani binaan yang berasal dari tujuh koperasi mitra, yaitu, Koperasi Mitra Sejahtera Mandiri Jaya, Koperasi Mancuk Mandiri Jaya, Koperasi Sari Mutiara Indah, Koperasi Parmonangan Sejahtera Mandiri, Koperasi Sumberjo Mandiri Jaya, Koperasi Maju Sawit Bersama dan Koperasi Maju Sawit Sejahtera. Ketujuh koperasi tersebut membina ratusan petani sawit rakyat di wilayah Kabupaten Simalungun dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teknis mengenai pengelolaan tanaman kelapa sawit sesuai standar budidaya berkelanjutan. Materi pelatihan meliputi teknik pemupukan yang tepat sasaran, pemeliharaan piringan dan gawangan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta teknik pemanenan yang baik untuk menjaga kualitas tandan buah segar (TBS).
Pada pelaksanaan pelatihan tanggal 12 Mei 2026, materi teknis budidaya kelapa sawit dipaparkan oleh Field Head Assistant PT Eastern Sumatra Indonesia, Alfid Surachman.
Sementara pada sesi pelatihan tanggal 15 Mei 2026, materi teknik budidaya kelapa sawit disampaikan oleh M. Fauzi Harahap.
Selain materi teknis budidaya, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perkebunan yang dipaparkan oleh Paulina selaku Safety Officer.
Materi tersebut menitikberatkan pada penggunaan alat pelindung diri (APD), keselamatan kerja saat kegiatan panen, serta upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja di lapangan. Pada sesi praktik, peserta juga diberikan simulasi dan praktik langsung penggunaan APD yang benar dalam aktivitas kerja di perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan praktik teknis lapangan. Para peserta aktif menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan kebun, sekaligus berdiskusi mengenai solusi dan penerapan teknik budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Senior Manager Smallholder, Franki N. Simatupang, Manager Smallholder North Sumatera, Suhadi, Estate Manager PT Kerasaan Indonesia, Joni, Estate Manager PT Eastern Sumatra Indonesia, Bastanta Ginting, M. Tommy Office Head Assistant (OHA) SMD, Harles Hermanto Office Head Assistant (OHA) SMD, Alfid Surrachman Asisten Kepala Bukit Maradja Estate, M. Fauzie Asisten Kepala Kerasaan Estate, serta Muh. Abidin Asisten SMD. Kehadiran jajaran manajemen tersebut menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan kapasitas petani dan penguatan kemitraan bersama koperasi binaan.
Ketua Koperasi Maju Sawit Bersama, Arsiyan Damanik, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan tambahan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi petani, khususnya dalam penerapan teknik budidaya sawit yang sesuai standar perusahaan dan berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar petani semakin memahami tata kelola kebun yang baik dan mampu meningkatkan hasil produksi.
Sementara itu, Ketua Koperasi Sumberjo Mandiri Jaya, Edi Susilo, menilai pelatihan tersebut sangat membantu para anggota koperasi dalam memahami teknik perawatan dan pemanenan sawit yang benar.
Ia menyebut materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kondisi di lapangan, sehingga dapat langsung diterapkan oleh petani dalam pengelolaan kebun masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas petani, panitia juga menyerahkan bantuan perlengkapan kerja dan alat pelindung diri (APD) kepada peserta. Bantuan yang diberikan berupa egrek dan sarung egrek, kaca mata pelindung, sarung tangan kain, sarung tangan karet, AP Boots, masker, serta apron kerja.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional petani sekaligus meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan perkebunan.
Melalui pelatihan ini, PT Kerasaan Indonesia dan PT Eastern Sumatra Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan, produktif, dan memiliki daya saing melalui penguatan kapasitas koperasi mitra dan petani binaan. (rel)



0 Komentar