Tarunaglobalnews.com Medan — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di kancah internasional. Tim ECOHYAC dari SMA Islam Plus Adzkia berhasil meraih medali emas dalam ajang Youth International Science Fair 2026 (YISF) yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi bertajuk ECOHYAC, yakni produk pembersih multi-permukaan berbasis biomassa eceng gondok yang ramah lingkungan.
Tim ECOHYAC terdiri dari Mhd Rais Khair, Shafira Zahra, Fathimah Zahra, Muhammad Arifin Faisal, Dhuha Chairikah Idris, dan Qisyan Arfi Ghifareiza. Mereka mengangkat persoalan lingkungan yang kerap dijumpai di berbagai daerah, yakni pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali di perairan.
Tanaman yang selama ini dianggap sebagai gulma tersebut diolah melalui proses ilmiah menjadi produk pembersih alami. Produk ini diklaim efektif digunakan untuk berbagai permukaan, seperti lantai, keramik, kaca, hingga peralatan rumah tangga.
Didampingi guru pembimbing Daffa Syahdana, tim melakukan serangkaian riset yang mencakup pengolahan bahan baku, proses ekstraksi, formulasi produk, hingga pengujian sederhana di laboratorium sekolah.
Pendekatan ilmiah ini menjadikan ECOHYAC tidak sekadar ide kreatif, tetapi juga memiliki dasar penelitian yang kuat.
“Ide ini berangkat dari keresahan kami melihat eceng gondok yang menumpuk di aliran sungai dan dianggap tidak berguna. Kami kemudian berpikir bagaimana tanaman ini bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar salah satu anggota tim dalam keterangannya kepada Media Jum'at (3/4/2026).
Mereka mengakui proses penelitian tidak selalu berjalan mulus. Namun, pengalaman tersebut justru memberikan pembelajaran berharga, mulai dari pentingnya kerja sama tim hingga ketelitian dalam melakukan riset ilmiah.
Lebih lanjut, tim ECOHYAC berharap inovasi yang mereka kembangkan dapat diproduksi secara lebih luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alternatif produk pembersih yang ramah lingkungan.
Keberhasilan meraih medali emas di YISF 2026 ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan, ketika dipadukan dengan ilmu pengetahuan dan kreativitas, mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat global. (FS)


0 Komentar