Tarunaglobalnews.com Batu Bara – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh keluhan wisatawan yang mengunjungi Pantai Jono, Kabupaten Batu Bara. Bukan karena keindahannya, kali ini Pantai Jono viral lantaran dugaan praktik "tiket ganda" dengan harga yang mencekik kantong pengunjung.
Banyak wisatawan mengaku terkejut karena harus membayar dua tiket masuk di pos serta parkir dengan tarif yang tidak masuk akal. Kejadian ini memicu gelombang protes netizen yang merasa kapok berkunjung ke destinasi kebanggaan Kabupaten Batu Bara tersebut.
Menanggapi kegaduhan ini, Ketua Formasif Kabupaten Batu Bara, Yusri Bajang, angkat bicara dengan nada keras. Ia menyayangkan lemahnya pengawasan yang justru mencoreng citra pariwisata daerah.
"Sangat memalukan. Kejadian ini bukan hanya merugikan wisatawan secara finansial, tapi membunuh potensi wisata kita secara perlahan. Jika dibiarkan, jangan harap orang mau datang lagi ke Batu Bara," tegas Yusri Bajang saat dimintai keterangan awak media di Fatner Coffe. Selasa (24/3/2026) malam.
Lebih lanjut, Yusri mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menertibkan oknum-oknum yang bermain di balik tarif ganda tersebut.
Menurutnya, pariwisata seharusnya dikelola secara transparan agar memberikan kenyamanan, bukan malah membuat pengunjung merasa "dirampok".
"Jangan sampai jargon wisata kita hanya manis di bibir, tapi di lapangan praktiknya seperti rimba. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar imbauan!" tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat luas menanti langkah tegas dari Dinas Pariwisata setempat untuk menormalisasi tarif masuk dan menjamin keamanan serta kenyamanan di Pantai Jono. (Ir)



0 Komentar