Breaking News

6/recent/ticker-posts

Lebaran Hari Pertama Idul Fitri, Ratusan Keluarga Warga Binaan Padati Lapas Kelas II Tanjung Balai

Lebaran Pertama Hari Raya Idul Fitri. Ratusan bahkan hampir ribuan pengunjung padati Lapas Kelas II Tanjung Balai. (foto/Joko)

Tarunaglobalnews.com Asahan — Momen haru saat suasana lebaran pertama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ratusan bahkan diperkirakan hampir mencapai seribuan orang keluarga dan kerabat warga binaan atau tahanan memadati Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Kota Tanjung Balai Sumatera Utara, Sabtu (21/03/2026).

Pantauan awak media Taruna Global News com, sejak pukul 08.00 WIB, para pengunjung yang hendak membesuk sudah memadati area pintu masuk Lapas yang berlokasi di Jalan Pulau Simardan. 

Para keluarga narapidana tersebut datang dari berbagai daerah, termasuk dari Kota Kisaran Kabupaten Asahan serta sejumlah wilayah lainnya.

Salah seorang pengunjung, Akmaliah Syahfitri (44), warga Kisaran, mengaku telah datang bersama keluarga besarnya sejak pagi untuk mengunjungi adik kandungnya yang sedang menjalani masa tahanan.

“ Sejak pukul 08.00 WIB kami sudah tiba di pintu masuk Lapas Pulau Simardan. Kami ingin membesuk adik saya yang merupakan tahanan di sini ,” ujarnya sambil menunggu nomor antrean yang telah disiapkan petugas.

Meski suasana terbilang padat dan sempat terjadi antrean panjang, Akmalia menilai petugas Lapas bekerja secara profesional dan cekatan dalam mengatur ketertiban para pengunjung. 

Prioritas juga diberikan kepada pengunjung lanjut usia serta anak-anak sehingga situasi tetap tertib, aman dan lancar.

Menurutnya, para petugas terlihat ramah dan santun serta tampak profesional saat memandu pengunjung hingga dapat bertemu dengan keluarga atau kerabat mereka di dalam Lapas.

Hal senada disampaikan Irma Marpaung (38), warga Kota Tanjung Balai. Dirinya mengaku sangat merasa puas dengan pelayanan petugas Lapas yang membantu kelancaran proses kunjungan.

Sementara itu, salah seorang petugas Lapas Kelas II Tanjung Balai, Kalit, mengatakan bahwa momentum hari besar seperti Lebaran ini memang selalu diwarnai dengan lonjakan jumlah pengunjung yang datang untuk membesuk keluarga mereka.

“ Tidak ada pembatasan jumlah pengunjung. Siapa saja boleh membesuk sesuai aturan yang berlaku. Ini sudah menjadi Standar Operating Procedure (SOP), bahwa setiap pengunjung yang masuk akan kami periksa satu per satu dan wajib menitipkan barang bawaan seperti handphone dan lainnya di loker yang telah disediakan oleh Lapas,” jelasnya.

Di dalam area Lapas, petugas juga telah menyediakan sejumlah tenda berukuran besar sebagai tempat berlangsungnya pertemuan antara warga binaan dengan keluarga. 

Suasana haru bercampur suka cita tampak mewarnai momen pertemuan tersebut dalam nuansa sakral Lebaran Hari Raya Idul Fitri. (Joko)

Posting Komentar

0 Komentar