Breaking News

6/recent/ticker-posts

Kadis Koperasi Deli Serdang meninjau bangunan KDMP Desa Wonosari Bangunan Belum Sesuai Rancangan Awal

Tarunaglobalnews.com Deli Serdang — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang, Dr. Dra. Hj. Miska Gewasari, M.M, bersama Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Prof. Ambar Pertiwiningrum, melakukan monitoring ke Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Minggu (1/3/2026).

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Wonosari Suparman, serta seluruh pengurus KDMP se-Kecamatan Tanjung Morawa.

Dalam peninjauan tersebut, Kadis Koperasi dan UKM Deli Serdang menegaskan masih terdapat beberapa bagian bangunan yang belum sesuai dengan rancangan awal.

“Saya melihat ada beberapa yang belum sesuai, seperti gudang pupuk tidak boleh tertutup beton, harus berupa jerjak atau teralis. Kemudian listrik dan air juga belum masuk,” tegas Miska di lokasi.

Menurutnya, bangunan KDMP Wonosari memiliki nilai simbolis karena peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Pangdam bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Karena itu, gedung tersebut seharusnya menjadi pilot project atau contoh bagi KDMP lainnya di Kabupaten Deli Serdang.

“Saya ingin Tanjung Morawa menjadi yang terbaik, karena di sinilah pertama kali peletakan batu pertama oleh Bapak Gubernur dan Bapak Pangdam. Apa yang saya lihat hari ini akan saya laporkan kepada Bapak Bupati,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Ambar Pertiwiningrum berharap agar penyesuaian bangunan dengan rancangan awal segera dilaksanakan. Ia menekankan seluruh KDMP harus segera beroperasi penuh pada tahun ini.

Fokus Penguatan Manajemen dan Ekonomi Desa

Usai peninjauan gedung, rombongan melanjutkan kegiatan dengan pengarahan dan bimbingan di rumah Kepala Desa Wonosari.

Dalam arahannya, Prof. Ambar menekankan pentingnya optimalisasi perekrutan anggota KDMP. Ia meminta pengurus segera melakukan sosialisasi dan pendataan kebutuhan sembako masyarakat desa.

Menurutnya, pendataan yang akurat akan menjadi dasar utama agar KDMP mampu memenuhi kebutuhan warga secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.

Pendamping I, Gatot Supriadi, menegaskan bahwa KDMP memiliki konsep berbeda dibanding koperasi konvensional. KDMP dirancang sebagai koperasi terpadu yang tidak hanya bergerak di satu unit usaha, tetapi mengelola paket lengkap mulai dari simpan pinjam, penyediaan sembako, hingga usaha produktif lainnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendataan potensi desa, seperti hasil pertanian palawija, gabah, buah-buahan, serta sektor peternakan. Potensi tersebut diharapkan dapat dibeli, dikelola, dan dipasarkan kembali oleh koperasi, sehingga perputaran ekonomi benar-benar terjadi di tingkat desa dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, Miska Gewasari kembali menegaskan bahwa KDMP harus hadir sebagai garda terdepan kebangkitan ekonomi desa. Ia mengingatkan seluruh pengurus agar mengedepankan mental entrepreneur, bukan mental pejabat.

“Kesungguhan dan keseriusan adalah kunci. Target Bupati Deli Serdang, dr. Asri Luddin Tambunan, KDMP harus berjalan optimal dan Deli Serdang menjadi salah satu role model koperasi desa di Indonesia,” tegasnya.

Ia juga berharap adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat agar pelatihan dan penguatan kapasitas yang digagas Dinas Koperasi dapat terus dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan.

Monitoring ini menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan fisik dan penguatan manajemen KDMP berjalan beriringan, sehingga koperasi benar-benar mampu menjadi pilar utama penguatan ekonomi desa di Kabupaten Deli Serdang. (Ewi)

Posting Komentar

0 Komentar