Breaking News

6/recent/ticker-posts

Batu Bara "Gawat Darurat" Mandiri Finansial: Anggaran Masih Nyusu Pusat, Slogan 'Bahagia' Terancam Isapan Jempol?

Danil Fahmi, SH., BBP. Advokat, Tax Consultant dan Penggiat Lingkungan

Tarunaglobalnews.com Batu Bara, Jum'at 27 Maret 2026 – Satu tahun Inpres No. 1/2025 berjalan, "gempa" efisiensi Presiden Prabowo Subianto tampaknya belum berhasil membangunkan jajaran birokrasi Kabupaten Batu Bara dari zona nyaman. Di tengah instruksi pemangkasan belanja seremonial dan perjalanan dinas hingga 50%, wajah keuangan Batu Bara justru mengungkap fakta pahit kita belum mampu mandiri.

Data mengungkap potret merah kesehatan fiskal daerah. Sejak 2015 hingga 2024, ketergantungan Batu Bara terhadap Dana Transfer ke Daerah (TKD) masih bercokol di atas 70%. Bahkan, pada postur anggaran terbaru, sumbangan pusat dan dana desa mendominasi hingga 79,55% dari total pendapatan daerah.

Artinya, jika keran pusat mampet, mesin pembangunan di Batu Bara praktis berhenti berputar.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2024 yang hanya menyentuh angka Rp186 miliar (sekitar 14% dari total pendapatan) dinilai jauh dari kata memuaskan. Mirisnya lagi, 42,29% dari angka tersebut hanya berasal dari satu sumber Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Sektor potensial lain seperti PBB-P2, BPHTB, reklame, hingga retribusi rumah makan terkesan dikelola setengah hati. Kondisi ini memicu pertanyaan besar: ke mana saja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selama ini?

Saking mandegnya kinerja pendapatan, DPRD Batu Bara dikabarkan sampai harus membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk melakukan kerja investigasi yang seharusnya menjadi tugas rutin Bapenda.

Target besar kini dipatok: PAD harus melonjak ke angka Rp394,7 miliar (30%) untuk menambal celah anggaran sebesar Rp208 miliar. Jika lompatan finansial ini gagal dieksekusi, slogan "Bahagia" yang sering didengungkan terancam hanya menjadi jargon politik tanpa realisasi pembangunan yang nyata bagi rakyat.

Tanpa action plan radikal dari Kepala Bapenda dan komitmen pemimpin daerah untuk "mengisi dapur sendiri", Batu Bara akan terus menjadi daerah yang gagap merespons perubahan zaman. (**)

Posting Komentar

0 Komentar