Tarunaglobalnews.com Simalungun, – Sejumlah petani di beberapa kecamatan di Kabupaten Simalungun mengeluhkan keterbatasan pupuk subsidi di tengah musim tanam yang sedang berlangsung.
Mereka menyebutkan bahwa stok pupuk di tingkat gudang kerap tidak tersedia, sementara kebutuhan di lapangan cukup mendesak.
Beberapa sumber di lapangan menyampaikan bahwa terdapat dugaan persoalan dalam mekanisme distribusi. Informasi yang diperoleh menyebutkan adanya pihak tertentu yang diduga memiliki peran dalam proses pengaturan distribusi pupuk, meskipun secara struktural kewenangan operasional berada pada pengelola gudang dan mekanisme sistem yang telah ditetapkan.
Sesuai ketentuan, penebusan pupuk subsidi hanya dapat dilakukan apabila stok fisik tersedia di gudang serta sesuai dengan alokasi dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Namun, sejumlah pihak menilai perlu adanya kejelasan lebih lanjut terkait proses distribusi di lapangan guna memastikan semuanya berjalan sesuai aturan.
Seorang narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan berharap adanya transparansi dalam pengelolaan stok dan penyaluran pupuk. Ia menekankan pentingnya distribusi yang adil agar tidak menimbulkan persepsi ketimpangan di kalangan petani.
Pengawasan dan Transparansi Jadi Sorotan
Sebagaimana diketahui, distribusi pupuk subsidi secara nasional berada di bawah koordinasi holding BUMN pupuk, yakni PT Pupuk Indonesia.
Penyaluran dilakukan melalui distributor resmi dan pengecer yang telah ditunjuk, dengan pengawasan dari pemerintah daerah serta instansi terkait.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa sistem pengawasan perlu terus diperkuat, termasuk melalui audit internal dan evaluasi berkala apabila ditemukan indikasi kendala distribusi di daerah tertentu.
“Distribusi pupuk subsidi menyangkut kepentingan banyak petani. Karena itu, transparansi data stok, alokasi, dan realisasi penyaluran menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujar seorang pengamat, kepada Media Jum'at (27/02/2026).
Harapan Petani Para petani berharap pihak manajemen distribusi pupuk di wilayah Sumatera Utara maupun pusat dapat memberikan klarifikasi resmi guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat.
Mereka juga berharap koordinasi antara distributor, pemerintah daerah, dan kelompok tani dapat diperkuat agar pasokan pupuk tetap terjaga selama musim tanam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait masih diharapkan memberikan keterangan resmi guna memastikan informasi yang beredar dapat dikonfirmasi secara menyeluruh. (FS)

0 Komentar