![]() |
| Keterangan foto : Tampak pada papan pengumuman /plak proyek pembangunan perkuatan tanggul Sungai Silau tidak mencantumkan pagu anggran dan dari mana sumber dana. (foto/Joko) |
Tarunaglobalnews.com Asahan — Proyek pembangunan perkuatan tanggul Sungai Silau yang berada di kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan menuai sorotan serta kritikan keras dari sejumlah elemen aktivis penggiat sosial kontrol anggaran yang bersumber dari keuangan negara.
Pasalnya proyek tersebut dalam pelaksanaanya dinilai tidak transparan dan diduga dikerjakan dengan asal jadi. Terlihat dari papan pengumuman atau plank proyek tidak mencantum biaya atau pagu anggaran serta dari mana asal sumber dana proyek pembanguan perkuatan tanggul sungai tersebut.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Rakyat (LSM GAMPKER) Kabupaten Asahan, Andre Syahru Pandiangan didampingi Toni Chaniago kepada wartawan dengan tegas mengatakan, " Proyek pembangunan perkuatan tanggul Sungai Silau Asahan ini tak ubahnya seperti proyek siluman. Selasa, (20/01/2026) di Kisaran.
Andre menambahkan, dari hasil survei lapangan yang kami lakukan. Proyek pembangunan perkuatan tanggul Sungai Silau tersebut dalam pelaksanaanya dinilai tidak transparan kepada publik dan rawan dengan indikasi korupsi.
" Pada papan pengumuman atau plank proyek tidak tercantum berapa biaya anggaran proyek tersebut dan dari mana sumber dana nya. Yang terlihat hanya nama kegiatan, lokasi kegiatan, konsultan serta pelaksana kegiatan saja ", ungkapnya.
Selain itu lanjut Andre, proyek pembangunan perkuatan tanggul Sungai Silau dikerjakan oleh PT. Jasa Tirta Energi dengan konsultan PT. Agrinas Palma Nusantara yang notabennya salah satu perusahaan plat merah milik negara serta logo yang bertuliskan PT Inalum dengan waktu pelaksanaan 168 hari kalender.
Hal senada juga disampaikan Toni Chaniago, " Seharusnya pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitnen (PPK) harus transparan kepada publik. Ini menyangkut tentang pengelolaan keuangan negara ". Proyek tersebut juga terkesan dikerjakan dengan asal jadi.
Kami akan terus memantau pelaksanaan proyek pembangunan perkuatan tanggul Sungai Silau sekaligus berkoordinasi dengan pihak aparat penegak hukum. Bila perlu kami akan melakukan aksi unjuk rasa dilokasi proyek tersebut. Kami menilai proyek tersebut tak ubahnya seperti proyek siluman yang rentan dengan dugaan terjadinya indikasi korupsi, pungkas Toni. (Joko)

0 Komentar