Tarunaglobalnews.com Simalungun — Bayangkan, di sebuah kabupaten yang mayoritas penduduknya Muslim, jumlah pejabat terasnya justru "terjun bebas". Inilah yang terjadi pasca-pelantikan 14 Pejabat PTP oleh Bupati Simalungun, pada Selasa lalu (30/12/2025).
Hasilnya? Cuma 1 orang Muslim dari 14 pejabat baru yang dilantik. Total pejabat Muslim kini hanya 5 orang. Representasi ini merosot hingga di bawah 20%!
Tokoh pemuda Simalungun, Bayu Aminullah, kepada awak media mengatakan Bupatinya Muslim, tapi kenapa kabinetnya tidak mencerminkan wajah masyarakatnya? Apakah kompetensi hanya milik segelintir kelompok saja?
"Isu ini bukan sekadar soal agama, tapi soal keadilan dan representasi dalam demokrasi. Apakah ini hasil seleksi murni atau ada "transaksi gelap" di balik meja?"ungkap Bayu Aminullah di Kecamatan Gunung Maligas. Kamis (1/1/2026).
Ia mempertanyakan apakah kompetensi telah menjadi tameng untuk menutupi ketidakadilan. Ini mengindikasikan adanya intervensi pihak tertentu.
"Kini, legitimasi pemerintahan Simalungun dipertaruhkan. Apakah ini sekadar kebetulan statistik, ataukah cermin dari kebijakan yang diskriminatif dan transaksi politik gelap? Di bawah bayang-bayang ketimpangan ini, transparansi bukan lagi sekadar opsi, melainkan kewajiban."cetusnya.
Bagaimana pendapat kalian? Apakah angka ini wajar atau sebuah alarm bagi demokrasi di Simalungun?
(Red)

0 Komentar