Breaking News

6/recent/ticker-posts

Kelompok UBA Institut Dompu, Gelar Unjuk Rasa di Pemda Dompu

Tarunaglobalnews.com NTB Dompu — Untuk memastikan kegiatan unjuk rasa dan penyampaian pendapat di muka umum sesuai yang atur dalam konstitusi Negara agar berjalan aman dan tertib, Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus S.sos menyampaikan dan melakukan negosiasi terhadap korlap umat dan bangsa (UBA) Institute Kabupaten Dompu Yusuf dan Dody Purwady pada saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemda Dompu pada hari Senin (22/4/24) sekitar pukul 10.45 Wita, dengan jumlah massa 50 orang. 

Dalam negosiasi tersebut Kasat Binmas Polres Dompu menyampaikan poin-poin himbauan kepada korlap dan massa aksi yang isinya antara lain,Menghimbau kepada korlap dan massa aksi agar dalam menyampaikan pendapat dimuka umum dilaksanakan sesuai dengan UU no. 9 tahun 1998, kepada korlap dan massa aksi agar dalam menyampaikan pendapat dimuka umum dilarang untuk menutup jalan, membawa senjata api, bahan peledak, senjata tajam dan maupun senjata berbahaya lainnya dan Menghimbau kepada korlap dan massa aksi agar dalam melaksanakan unjuk rasa tidak melakukan pengrusakan terhadap fasilitas, membakar ban, menghujat orang lain dan tidak melakukan pemblokiran terhadap jalan.

Selanjut ia mewanti-wanti kepada massa aksi agar dalam menyampaikan aspirasi tidak melakukan penyegelan terhadap fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, maupun gedung obyek vital lainnya, Menghimbau kepada korlap dan massa aksi selama kegiatan unjuk rasa agar melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak kepolisian, agar pihak kepolisian melakukan negosiasi terhadap obyek yang dituju oleh massa aksi / pengunjuk rasa apabila pihak aksi akan melakukan dialog / hearing, beber Markus mantan Kasat intelkam Polres Dompu. 

Pada tempat yang sama masa aksi unjuk rasa kelompok umat dan bangsa (UBA) Institute Kabupaten Dompu sempat bersitegang dengan aparat pengamanan dan massa aksi melakukan pengrusakan terhadap pintu gerbang kantor Pemda Kabupaten Dompu karena massa aksi meminta agar Bupati Dompu H. Kader Jaelani untuk menemui massa aksi, namun yang menemui massa aksi Sekda Dompu Gatot Putra Perantauan, SKM.M.Kes.

Kemudian masa aksi menyampaikan beberapa tuntutan terhadap Bupati Dompu H. Kader Jaelani antara lain, tentang turun / anjloknya harga jagung di Kabupaten Dompu, dengan turunnya harga jagung agar Pemda / Bupati Dompu harus bertanggung jawab sebagaimana janji-janji politik pada saat kampanyenya kala itu.

Selain itu masa aksi menuntut pula agar Pemda Dompu melalui pihak PDAM Dompu agar pelayanan air bersih diprioritaskan karena air PDAM sering macet dan airnya keruh, 

Ketika massa aksi melakukan orasi dalam tuntutannya ingin bertemu dengan Bupati Dompu H.Kader Jaelani dan tidak mau melakukan dialog / hearing dengan Sekda Dompu dan dampak kebuntuan dialog tersebut akhirnya masa aksi melakukan tindakan anarkis pengerusakan pintu gerbang Pemda Dompu, selanjutnya sekitar pukul 11.00 wita massa aksi bergeser menuju Polres Dompu, terangnya. 

Kegiatan unjuk rasa di Pemda Dompu berakhir pukul 11.00 wita berjalan dengan aman dan tertib, pungkasnya. (Rdw/ddo)

Posting Komentar

0 Komentar