Breaking News

6/recent/ticker-posts

DISKUSI MODERASI: WASATIYYAH SEBAGAI KUNCI MENGHADAPI GEMPURAN IDEOLOGI GLOBAL

TARUNAGLOBALNEWS.COM

Yogyakarta — Dalam upaya menghadapi gempuran ideologi transnasional dan mempromosikan implementasi Islam Wasatiyyah, GEN MODERAT menggelar diskusi dengan tema "Implementasi Islam Wasatiyyah: Strategi Mencegah Gempuran Ideologi Transnasional". Acara yang diadakan pada Jum'at (24/2023) ini mengundang KH. Ahsin Abdul Wahab, MA, Dewan Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Ki Bagus Hadi Kusumo Jampang sebagai narasumber.

Dalam diskusi yang berlangsung penuh semangat, KH. Ahsin Abdul Wahab, MA menyoroti esensi Wasatiyyah sebagai kerangka berpikir, bersikap, dan bertingkah laku dalam ajaran Islam. Beliau menegaskan bahwa Wasatiyyah bukan hanya sekadar moderat, melainkan sebuah konsep yang mencakup tawasuth, tawazun, i'tidal, tasamuh, musawah, syura, islah, awlawiyah, tathawur wa ibtikar, tahaddur, serta keseimbangan dan keserasian yang terlihat dalam tatanan alam semesta.

Diskusi juga menyoroti pentingnya pemahaman akidah Ahlussunnah Wal Jamaah, serta mempelajari fiqih madzhab dan membedakan ilmu umum dan agama sebagai prinsip Wasatiyyah yang nyata. KH. Ahsin Abdul Wahab, MA juga menekankan bahwa menjadi Wasatiyyah tidak hanya terbatas pada ketaatan agama, tetapi juga melibatkan kooperasi aktif dengan negara Pancasila dan golongan serta Lembaga lain.

Selanjutnya,Ketua GEN MODERAT, Kardian Karya, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme dan kedalaman pemikiran yang tercipta dalam diskusi ini. Beliau menekankan pentingnya peran aktif generasi milenial dalam mewujudkan Wasatiyyah sebagai landasan kehidupan beragama. Karya juga menegaskan komitmen GEN MODERAT dalam melibatkan pemuda untuk menjaga keseimbangan dan harmoni dalam masyarakat digital saat ini.

Acara ini diakhiri dengan pesan bahwa melalui pendekatan Wasatiyyah, umat Islam dapat menciptakan ruang terbuka yang nyaman bagi semua agama, menunjukkan bahwa Islam membawa rahmat untuk semua. Diskusi ini merupakan langkah konkrit dalam membangun pemahaman yang lebih dalam tentang Wasatiyyah dan merancang strategi untuk mencegah gempuran ideologi transnasional. (Sapari) 

Posting Komentar

0 Komentar