Tarunaglobalnews.com Simalungun | Penyalahgunaan narkotika adalah suatu problema yang sangat kompleks. Perlu adanya dukungan dari semua pihak, baik aparat keamanan, keluarga, lingkungan tempat tinggal, instansi sekolah dan terutama pemerintah, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ini salah satu alasan mengapa narkotika menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia.
Untuk mengantisipasi dan mengahadapi ancaman bahaya peredaran narkoba di Kabupaten Simalungun, Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Panca Budi Perdagangan didampingin oleh 2 orang dosen pendamping yaitu Muhammad Wahyudi, M.Pd.I., dan Hamdani, S.H., M.Kn., menggelar Penyluhan, Pengembangan Kapasitas dan Pengenalan akan bahaya Narkoba ditengah masyarakat, melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan orang tua dapat mengenali anak-anaknya, baik dari perubahan sikap, perubahan fiisik anak serta bagaimana cara mendampingi anak-anaknya dalam Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Jum'at (21/8/2026).
Saat membuka penyuluhan, Kepala Desa Timbaan Kecamatan Bandar, Bapak Yusman Damanik dalam sambutannya menyampaikan, “Narkoba hari ini sangat marak terjadi dan sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat kita, sehingga dampaknya keamaan desa pun menjadi terganggu, seperti kasus pencurian, anak yang melawan orang tuanya, bahkan sampai terjadi perusakan. Dengan adanya penyuluhan ini saya berharap masyarakat dapat memahami perubahan prilaku anak sehingga kita sebagai orang tua dapat mengantisapi dan mendampingin anak-anak kita, karena anak-anak dan remaja, berhak untuk hidup sehat bahagia tanpa narkoba.”
Membangun sumber daya manusia hasilnya tidak akan langsung nampak, melainkan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter yang baik. Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKN dari STAI Panca Budi Perdagangan yang sangat benyak berkontribusi bagi masyarakat kami, serta kami berharap apa yang hari ini sudah dilakuakn oleh mahasiswa dan dosen STAI Panca Budi Perdagangan menjadi penambah wawasan bagi masyarakat kami, tegas Yusman.
Pada hari pelaksanaan penyluhan peserta dihadiri oleh masyarakat perwakilan dari setiap Huta, serta dihadiri juga oleh perangkat Desa Timbaan. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Muhammad Wahyudi, M.Pd.I., (Dosen Tetap pada Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Penulis) dengan Materi Pendidikan dan Pola Asuh sebagai Benteng Pencegahan Kenakalan Anak. Dalam penyampaian beliau mengatakan Keluarga adalah Sekolah pertama bagi anak, karena anak pertama sekali mengenal Agama, Moral, Kedisiplinan, Sopan Santun, dan Kecerdasan Emosional dari lingkungan Keluarga, maka seyogya orang tua adalah pengayom bagi anak-anaknya. Tegas Wahyudi.
Materi kedua disampaikan oleh Hamdani, S.H., M.Kn, (Dosen Tetap pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Praktisi Hukum) dengan materi Narkotika, Kenakalan Anak, dan Konsekuensi Hukum. Dalam materinya Hamdani menyampaikan bahwa orang tua harus mengetahui perubahan prilaku anak sseperti anak mudah marah, kelompok pergaulan berubah mendadak, semakin tertutup, mengurung diri dikamar dan sering meminta uang dengan alasan yang tidak wajar. Hal perubahan ini yang harus orang tua perhatikan kepada anak-anak kita, tegas, Hamdani.
Materi disampaikan dengan dialog serta diskusi tanyajawab sehingga kegaiatan yang dibuat sangat interaktif. Penyuluhan yang dilakuakn diikuti oleh 35 peserta, terdiri dari Kelompok Masyarakat, Ibu PKK, serta Perangkat Desa Timbaan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. (Red)



0 Komentar