Tarunaglobalnews.com – Pematangsiantar | Pdt. Pandapotan Haloho, S.Th., MBA kembali dipercaya memimpin Pengurus Cabang (Pengcab) Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia Kabupaten Simalungun untuk masa bakti 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Cafe 2 The Point, Jalan Farel Pasaribu, Kota Pematangsiantar, Selasa (21/7/2026).
Muscab yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Hendry Dunan Pardede selaku pimpinan sidang, didampingi dua anggota sidang. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Pengurus Provinsi TAKO Indonesia, Ir. Isnaeni Kurniawaty, serta dua Dewan Guru TAKO Indonesia, Fredy Lumban Tobing dan Robert Hutagaol.
Sebanyak 11 pengurus dojo yang memiliki hak suara mengikuti Muscab. Selain itu, hak suara juga berasal dari unsur Pengurus Provinsi dan Pengurus Cabang demisioner.
Berdasarkan tata tertib dan hasil verifikasi persyaratan pencalonan yang telah disosialisasikan kepada peserta, hanya satu nama yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon Ketua Pengcab TAKO Simalungun, yakni Pdt. Pandapotan Haloho, S.Th., MBA. Atas dasar tersebut, pimpinan sidang menetapkan Pandapotan Haloho sebagai ketua terpilih secara aklamasi.
Penetapan tersebut kemudian disahkan oleh Pengurus Provinsi TAKO Indonesia. Selain menjabat sebagai Ketua Pengcab TAKO Simalungun periode 2026–2030, Pandapotan Haloho juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru.
Dalam sambutannya, Pandapotan Haloho menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus dojo yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Pengcab TAKO Simalungun.
"Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh dedikasi. Saya mengajak seluruh keluarga besar TAKO Simalungun untuk terus bersatu membangun organisasi agar semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperbanyak kader sabuk hitam," ujarnya.
Menurutnya, cita-cita besar tersebut sejalan dengan harapan Ketua Dewan Guru TAKO Indonesia, Guru Effendi Sirait, yang sebelumnya menekankan pentingnya pembinaan atlet dan kaderisasi sabuk hitam sebagai fondasi kemajuan perguruan.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan pelatih dojo untuk terus memperkuat kebersamaan dalam membesarkan organisasi.
"Saya merasa terpanggil untuk menjaga dan membesarkan perguruan yang kita cintai ini. Namun, semua itu tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dan kerja sama seluruh pengurus, pelatih, dan anggota. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan cita-cita bersama demi kemajuan TAKO Simalungun," pungkasnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir dalam Muscab.(*)

0 Komentar