Breaking News

6/recent/ticker-posts

Truk Mundur di Tanjakan Dolok Panribuan, Mobil Kijang Terhantam 3 Orang Tewas

Tarunaglobalnews.com Simalungun – Ada yang berbeda dari suasana siang hari di Jalan Umum Alternatif KM. 06-07, Dusun Talun Sungkit, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, pada Selasa, (24/03/2026). Jalan alternatif provinsi yang biasanya sekadar menjadi lintasan kendaraan menuju Simpang Sitahoan itu mendadak berubah menjadi lokasi duka yang memilukan. Sebuah kecelakaan lalu lintas maut terjadi sekira pukul 11.30 WIB, merenggut tiga nyawa sekaligus di tempat kejadian perkara, termasuk dua pelajar remaja berusia 16 tahun yang tengah dalam perjalanan bersama keluarga. Di sinilah Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun memperlihatkan kelasnya hadir, terukur, dan tuntas dalam waktu yang tidak dapat ditawar.

Saat dikonfirmasi pada Rabu, (25/03/2026) sekira pukul 18.50 WIB, Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat, S.H., memaparkan fakta lapangan dengan lugas. "Laporan kejadian kami terima pukul 11.45 WIB, hanya 15 menit setelah kecelakaan terjadi. Kami langsung berkoordinasi dan bergerak ke TKP tanpa jeda waktu yang terbuang," ujar IPDA Yancen Hutabarat. Kecepatan respons inilah yang menjadi pembeda di tengah puncak kesibukan pengamanan arus balik Lebaran, Unit Gakkum tetap mampu hadir dengan penuh profesionalisme.

Dari sudut pandang penanganan TKP, kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan dengan karakteristik yang sangat kontras. Truk Mitsubishi Fuso BK 9283 CE berukuran besar yang dikemudikan A.S.L., 49 tahun, asal Kabupaten Humbang Hasundutan, bertemu nahas dengan Toyota Kijang Super BM 1796 UL yang dikemudikan S., 61 tahun, asal Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Yang membuat tragedi ini semakin mengoyak hati adalah fakta bahwa Kijang Super tersebut membawa serta lima penumpang, yakni J.M., 16 tahun, pelajar; Y.H.P., 16 tahun, pelajar; W., 54 tahun, ibu rumah tangga; S., 65 tahun, petani; serta F.M.N., 12 tahun pelajar, sebuah rombongan keluarga yang sedang menjalani perjalanan arus balik penuh harapan.

IPDA Yancen Hutabarat lebih lanjut mengungkapkan rekonstruksi kejadian berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi secara komprehensif. "Berdasarkan penyelidikan yang kami lakukan, diduga truk melaju dari arah Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan dengan kecepatan lambat. Namun saat mencapai tanjakan, pengemudi kehilangan penguasaan kendaraan. Truk mundur tak terkendali dan menghantam Kijang Super yang berada tepat di belakangnya," ungkap IPDA Yancen Hutabarat. Pengemudi Kijang Super S. dan dua penumpangnya J.M. serta Y.H.P. meninggal dunia di TKP. Ketiganya dibawa ke RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar. Sementara W. dirujuk ke RS Vita Insani Pematangsiantar, dan S., 65 tahun, menjalani berobat jalan.

Yang turut menjadi catatan serius dalam penanganan ini, pengemudi truk A.S.L. tidak dapat menunjukkan SIM maupun STNK kepada petugas setelah kejadian sebuah pelanggaran administratif yang kini menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Gakkum.

Delapan langkah penanganan dilaksanakan Unit Gakkum secara berurutan dan menyeluruh tanpa ada yang terlewat: penerimaan laporan, koordinasi, pengecekan dan olah TKP, pengaturan arus lalu lintas, pemotretan TKP, pengamanan barang bukti, pengecekan korban, hingga pelaporan kepada pimpinan. "Semua tahapan kami jalankan dengan tertib dan profesional. Itulah standar kerja Unit Gakkum yang kami jaga setiap saat," ucap IPDA Yancen Hutabarat dengan tegas.

Menutup keterangannya, IPDA Yancen Hutabarat menyampaikan pesan yang datang dari lubuk hati terdalam kepada seluruh masyarakat. "Kecelakaan ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, kenali kemampuan kendaraan sebelum melintas di medan berat, dan jangan pernah memaksakan diri. Mari kita bersama-sama wujudkan Ramadhan Nyaman Bersama, Mudik Nyaman Bersama, dan Lebaran Nyaman Bersama karena setiap nyawa sangat berharga dan setiap keluarga berhak sampai di tujuan dengan selamat," ucapnya penuh makna.

Profesionalisme tanpa kompromi yang ditunjukkan Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun dalam tragedi ini adalah bukti nyata bahwa Polri tidak pernah absen dari sisi masyarakat, bahkan di saat paling kritis sekalipun.(Res)

Posting Komentar

0 Komentar