Breaking News

6/recent/ticker-posts

Rawan Pencurian TBS, PT. BSP Tbk Lakukan Pengamanan Panen Kebun Kuala Piasa

PT. BSP Tbk Kisaran turunkan personel guna melakukan pengamanan dan pengawalan karyawan panen dari aksi pelaku pencurian TBS.

Tarunaglobalnews.com Asahan — Perkebunan PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk (BSP) Kisaran melakukan pengamanan sekaligus pengawalan terhadap karyawan panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang berlokasi di areal Divisi II Kebun Kuala Piasa Estate Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan Sumatera Utara

Pasalnya, akhir akhir ini marak terjadinya aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit serta pengahadapangan terhadap karyawan panen yang diduga dilakukan oleh sekelompok masyarakat penggarap lahan mengatasnamakan ahli waris tanah leluhur di lahan hak guna usaha (HGU) milik perusahaan.

Manager Area PT. BSP Tbk Kisaran, Raju Wardana kepada wartawan mengatakan, satuan tim pengamanan internal (security) bersama dengan personel BKO diturunkan kelapangan guna mengamankan sekaligus mengawal para karyawan panen yang kerap kali diintimidasi oleh sekelompok masyarakat penggarap lahan diduga pelaku pencurian TBS. Rabu, ( 04/03/2026 )

Ia menerangkan, karyawan panen yang berada di areal P 98201 dan blok 96205 kerap kali dihadang bahkan diintimidasi oleh sekelompok penggarap lahan. Ironisnya, para karyawan juga tidak diperbolehkan untuk memanen tandan buah segar kelapa sawit di areal tersebut.

" Pengamanan sekaligus pengawalan ini kami lakukan guna memastikan agar karyawan kami dapat melakukan aktivitas memanennya dengan keadaan aman dan nyaman tanpa ada gangguan dari pihak manapun. Sebab, keselamatan karyawan mutlak menjadi tanggung jawab managemen perusahan " , tegas Raju.

Sementara, Manager Social Security and Legal PT. BSP Tbk, Yudha Andriko, SH juga menyampaikan , beberapa waktu lalu. Sejumlah petugas keamanan dan karyawan perusahaan telah mengalami tidakan kekerasan fisik berupa pukulan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat penggarap yang diduga juga sebagai pelaku pencurian tandan buah segar kelapa sawit.

" Parahnya lagi lanjut Yudha, selain petugas keamanan dan karyawan. Hewan anjing pengamanan kebun milik perusahaan BSP pun tak luput dari sasaran pemukulan dengan menggunakan alat pemukul dari kayu dan bambu ", ungkapnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini tanaman serta hasil panen buah kelapa sawit merupakan milik sah perkebunan PT. BSP Tbk Kisaran. Sudah puluhan tahun kita yang tanam, kita rawat dan di beri pupuk. Maka hasilnya, kita juga yang memanen, bukan hak milik masyarakat penggarap lahan, ketus Yudha.

Di areal P 98201 dan blok 96205 Kebun Kuala Piasa Estate ini memang sering kali terjadi pencurian buah kelapa sawit. Bahkan situasi ini dianggap cukup rawan dan sangat menghawatirkan. Kehadiran kami guna melakukan pengamanan sekakigus pengawalan agar hal serupa tidak terulang lagi.

Ia juga menegaskan, sesuai dengan hasil rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu di DPRD serta koordinasi bersama dengan pihak Polres Asahan. Managemen telah memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan operasionalnya. PT. BSP Tbk Kisaran juga tetap menjalankan seluruh aktivitas perusahaan ",

Yudha menilai, sampai saat ini, kelompok masyarakat penggarap lahan dengan sengaja terus berupaya melakukan aksi provokasi dan memancing emosi personel security PT. BSP.

" Awalnya tim Sosial Security and Legal (SSL) PT. BSP menemukan aksi provokasi yang mereka lakukan dengan cara membakar rumput di areal tanaman kelapa sawit yang masih produktif ", terangnya.

Kemudian lanjut Yudha, mereka (penggarap - red) juga sampai saat ini terus mendirikan beberapa bangunan atau pondok pondok di lokasi kebun. 

Hingga akhirnya, provokasi berlanjut pada saat tim personel PT. BSP hendak menuju ke mobil dan berniat pulang. Tiba tiba melintas seorang pria diduga dari kelompok penggarap dengan mengendarai sepeda motor sambil menggeber geber knalpotnya.

" Kami coba bersabar dan menenangkan anggota security, namun mereka terus menantang. Tak ayal lagi, sehingga terjadilah keributan (chaos ). Kami sangat menyayangkan sikap provokatif yang terus terusan dilakukan oleh pihak penggarap lahan ", pungkas Yudha. (Joko)

Posting Komentar

0 Komentar